spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
spot_img

Terobosan-terobosan BTN Bantu Wujudkan MBR Punya Hunian

Permodalan Semakin Kuat
Kemampuan BTN untuk menyediakan pembiayaan KPR kepada masyarakat semakin kuat setelah tuntas menggelar rights issue dengan meraup dana segar sebesar Rp 4,13 triliun. Sebesar Rp 2,48 triliun diantaranya didapat dari Penyertaan modal negara (PMN)

BTN akan menggunakan dana itu meningkatkan kapasitas pembiayaan, terutama untuk segmen MBR. Bank ini bakal mampu melipatgandakan pembiayaan paska mendapatkan suntikan modal baru.

- Advertisement -

Sejumlah analis menilai BBTN memiliki fundamental yang lebih kuat dan lebih tahan banting di saat Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuannya (BI7DDR) 25 basis poin menjadi 5,75%.

Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, setelah bunga acuan naik, bank menghadapi tantangan cost of fund atau biaya dana. Deposan cenderung mencari bank yang berani menawarkan bunga simpanan lebih tinggi. “Namun, bank yang memiliki likuiditas mencukupi dan porsi CASA yang melimpah akan terhindar dari situasi ini,” katanya, Selasa (24/1).

- Advertisement -

Sementara Tirta CItradi, Analis MNC Sekuritas mengatakan, ketika bank lain dihadapkan pada pilihan menaikkan bunga simpanan untuk memupuk likuiditas, BBTN justru sibuk memikirkan ekspansi. Dengan kecukupan likuiditas dan biaya dana yang semakin membaik, lanjutnya, BBTN bakal lebih kompetitif. Termasuk bersaing di segmen rumah kelas menengah atas.

BBTN meraih laba bersih Rp2,28 triliun pada periode Januari-September 2022, meningkat 50,11% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan laba disumbang pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang menembus Rp11,54 triliun, melesat 31,84% secara year on year (yoy).

Peningkatan pendapatan bunga bersih ditopang penurunan beban bunga sebesar 24,29% dari Rp 9,81 triliun pada September 2021 menjadi Rp7,43 triliun pada akhir September 2022. Alhasil, cost of fund hanya sebesar 2,36% per akhir September 2022, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,28%.

Penurunan biaya dana justru terjadi ketika penghimpunan DPK terus meningkat dan suku bunga acuan sudah terkerek naik. Ini menunjukkan bahwa BBTN memiliki likuiditas yang sangat kuat sehingga tidak terjebak praktik bunga deposito tinggi untuk meraup dana dari masyarakat. Likuiditas BBTN tercermin pada loan to deposits ratio (LDR) sebesar 92,6% pada akhir kuartal III-2022.

DPK naik 7,41% menjadi Rp 312,85 triliun. Bila dibedah lagi, peningkatan DPK banyak terjadi pada produk giro yang melesat 33,57% menjadi Rp97,88 triliun. sementara itu tabungan turun tipis 4,14% menjadi Rp45,71 triliun dan deposito turun 0,61% menjadi Rp169,26 triliun. Hal ini otomatis memperbaiki struktur dana karena porsi CASA terhadap DPK naik menjadi 45,9%, atau posisi tertinggi sejak 2018. (Ach/Ktn)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini