Soekarno ingin Letkol Untung membawa para jenderal menghadap presiden dengan tujuan mendaulat mereka. Artinya, Soekarno ingin para jenderal tersebut untuk tunduk dan patuh di bawahnya dalam bentuk yang lebih memaksa, yaitu melalui penculikan.
Ketegangan politik antara PKI, TNI AD, dan Anti-Komunis yang ada pada saat itu membuat Soekarno memutuskan mengambil tindakan tersebut. Soekarno yang pada saat itu memiliki ideologi NASAKOM menganggap TNI AD akan menjadi penghalang karena dipandang sebagai pihak Anti-Komunis.
Berdasarkan kondisi politik yang ada pada saat itu, Soekarno kemudian berniat untuk mengganti posisi sejumlah petinggi Angkatan Darat yang dianggap tidak loyal terhadap dirinya dengan cara “daulat”.





