Surya Paloh : Ridwan Kamil Maju Pilgub Jakarta, Biar Seimbang : Anies Baswedan Terlalu Kuat
5 mins read

Surya Paloh : Ridwan Kamil Maju Pilgub Jakarta, Biar Seimbang : Anies Baswedan Terlalu Kuat

KNews.id – Meski secara tersirat Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bakal mendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024, namun ia meminta Ridwan Kamil maju sebagai penantang.

Bagi Surya Paloh, sosok Anies Baswedan begitu kuat untuk Pilgub Jakarta sehingga dibutuhkan lawan sebanding atau penyeimbang. Olehnya Surya Paloh meminta Ridwan Kamil maju sebagai Calon Gubernur Jakarta menantang Anies Baswedan.

Sebelumnya, Anies Baswedan yang diusung Nasdem sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024 kembali akan bertarung di Pilgub Jakarta 2024. Anies Baswedan sudah mendapat lampu hijau bakal diusung PKB hingga PDIP. Sementara Nasdem masih mempertimbangkan, meskipun nama Anies Baswedan disebut sebagai kandidat kuatnya. Adapun partai lainnya yang berada di dalam koalisi Prabowo menjagokan Ridwan Kamil.

Golkar, Gerindra dan PAN sudah memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil menantang Anies Baswedan. Meskipun masih terjadi tarik ulur sebab Golkar juga mempertimbangkan Ridwan Kamil didorong kembali untuk Pilgub Jabar 2024.

Anies Baswedan Terlalu Kuat

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut tingkat keterpilihan Anies Baswedan jelang Pilgub Jakarta 2024 masih paling kuat dibanding kandidat lain yang muncul. Surya Paloh menyampaikan itu ketika merespons kans Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni diusung di Pilgub Jakarta 2024 sementara Anies disebut memiliki elektabitas tinggi di Jakarta.

“Ya, memang Anies Baswedan yang saat ini, amat sangat mendominasi skor daripada seluruh survei ya. Ranking-nya nomor 1,” kata Paloh di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Paloh menilai partai politik lain akan berpikir panjang sebelum memutuskan untuk melawan Anies di Pilgub Jakarta 2024.

“Saya pikir capek juga orang mau hadapin dia di Jakarta ini,” tutur dia.

Paloh pun tak ambil pusing jika Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diusung untuk melawan Anies di Pilgub Jakarta 2024.

“Kalau memang Pak Ridwan mau kan, biar ada keseimbangan dikit kan,” jelas dia.

Kendati demikian, Paloh belum dapat memastikan apakah NasDem akan mengusung Anies di Pilgub Jakarta 2024. Ia menyebut keputusan tersebut akan diumumkan di menit akhir jelang pendaftaran Pilgub Jakarta 2024 dibuka.

Di sisi lain, Paloh mengklaim tak akan menyodorkan nama-nama kader internal untuk menjadi opsi pendamping Anies di Pilgub Jakarta 2024. Ia menyebut hal tersebut sebagai bukti NasDem tak pernah memberi syarat ketika mengusung calon tertentu.

“Enggak ada, enggak ada syarat, selalu begitu,” jelas dia. PKB – PDIP Koalisi Usung Anies. Banyak yang memprediksi Anies Baswedan semakin sulit maju di Pilgub Jakarta 2024 setelah PKS memilih mendorong Sohibul Iman sebagai Calon Gubernur.

Namun ada pendapat lain yang menyatakan bahwa PKS lah yang bakal jalan sendiri di Pilgub Jakarta 2024, sementara Anies Baswedan akan didukung koalisi partai yang kuat. Prediksi kedua ini dianggap masuk akal lantaran PDIP dan PKB sedang mengancang-ancang membuat poros koalisi mengusung Anies Baswedan bertarung di Pilgub Jakarta 2024.

Sebelumnya, DPW PKB Jakarta sudah menyerahkan nama Anies Baswedan sebagai satu-satunya calon gubernur ke DPP. Sementara itu PDIP sudah memberikan lampu hijau kepada Anies untuk bertarung kembali sebagai Calon Gubernur Jakarta.

Kabar terbarunya, PDIP mendukung gubernur petahana Jakarta, Anies Baswedan semakin dekat. Dua elite partai berlambang banteng itu sudah memberikan lampu hijau kepada Anies. Kedua nama elite PDIP yang sudah memberikan lampu hijau adalah Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Keduanya sudah memberikan respons positif kepada Anies.

Mulanya, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah menyebut pihaknya sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pada beberapa waktu lalu. Salah satu yang dibahas yaitu Pilkada Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Ia menyatakan bahwasanya PKB sudah hampir pasti mengusung Anies di Pilkada Jakarta 2024. PKB pun menjalin komunikasi agar bisa bersama-sama PDIP mengusung Anies. Setelah itu, Said pun memberikan laporan hasil pertemuannya dengan Cak Imin kepada Hasto dan Puan. Hasilnya, keduanya memberikan respons positif untuk mendukung Anies.

Namun, ia tidak menampik bahwasanya saat ini semuanya masih dalam proses komunikasi politik. Nantinya, hasil lobi lobi akan disampaikan secara resmi dalam rapat internal PDIP.

“Karena ini kan bagian dari hasil komunikasi kan tidak bisa langsung, Pak Hasto memberikan positif, Mbak Puan langsung memberikan respons positif, kan nggak bisa. Semua hasil lobi-lobi ini kami laporkan nanti di dalam rapat,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut, Said menuturkan bahwa nantinya ia juga akan segera melapor kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terkait rencana mengusung Anies di Pilkada Jakarta.

“Nanti mungkin ada pertemuan kemudian dengan Ibu Ketua Umum hasil-hasil dari setiap lobi-lobi atau saling silaturahmi di antara para elite,” ungkapnya.

Ia menambahkan sosok calon yang diakan diusung PDIP di Pilkada Jakarta akan diumumkan tidak lama lagi. Ia menyatakan paling lambat nama itu akan mulai dibuka pada akhir Juli 2024.

“Akhir Juli Insyaallah DPP PDIP akan berupaya untuk menyelesaikan seluruh pencalonannya baik di PIlkada Provinsi, Kabupaten/Kota,” pungkasnya.

Sikap Berbeda PKS

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS memutuskan Mohamad Sohibul Iman untuk maju sebagai bakal calon gubernur Jakarta. Ahmad Mabruri menjelaskan, nama Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu diajukan lantaran PKS menjadi partai pemenang di Jakarta.

“Sebagai Partai pemenang di Jakarta, PKS memutuskan akan memperjuangkan kader terbaiknya sebagai calon gubernur DK Jakarta,“ kata Mabruri dalam keterangan tertulis.

“Kandidat yang kami usung adalah Mohamad Sohibul Iman, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS,” kata dia.

Mabruri menyebut Sohibul Iman merupakan figur yang memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni. Apalagi, Sohibul Iman pernah memimpin PKS pada periode 2015-2020. Sebelum memutuskan Sohibul, PKS digadang-gadang bakal mengusung Anies Baswedan. Anies juga sudah berkunjung ke markas pusat partai itu

(Zs/Trbn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *