KNews.id – Jakarta – Mantan Bupati Pati Sudewo mengaku menjadi sasaran fitnah yang dilakukan mantan wakilnya, Risma Ardhi Chandra yang kini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati. Pernyataan itu disampaikan Sudewo seusai menjalani sidang lanjutan perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (6/7). Menurutnya, Risma selama ini lebih berfokus menjatuhkan dirinya daripada menjalankan tugas sebagai wakil bupati.
“Yang ingin saya katakan untuk Kabupaten Pati, ini, kan, Plt Bupati, Wakil Bupati itu selalu fitnah saya. Bahkan Plt Bupati menghadap Pak Jokowi, mantan Presiden, mengatakan bahwa dia itu tidak saya beri peran, selalu saya tinggalkan,” kata Sudewo.
Sudewo membantah tudingan tersebut. Dia menyebut selama menjabat Bupati Pati, Risma selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, termasuk rapat-rapat resmi.
“Ketemu siapa saja pejabat di pusat, di provinsi, ketemu orang Pati, ketemu siapa saja, dia selalu mengatakan itu tidak saya libatkan, tidak saya perankan. Itu fitnah besar, sama sekali tidak,” ujarnya.
Menurutnya, setiap rapat pemerintahan selalu dihadiri Risma dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Namun, kata Sudewo, wakilnya yang merupakan Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut justru memilih tidak berbicara.
“Dia itu selalu saya perankan, rapat pasti selalu saya ikutkan, dan setiap rapat pasti saya beri kesempatan untuk berbicara, tetapi dia tidak mau ambil bicara, dia diam,” ujarnya.
Sudewo juga menuding Risma sejak awal memiliki tujuan untuk menjatuhkannya dari kursi Bupati Pati.
“Yang saya tahu, dia itu fokus berpikirnya hanya bagaimana menjatuhkan saya. Nanti ada bukti-bukti yang kuat bahwa dia berupaya untuk menjatuhkan saya,” katanya.
Selain itu, Sudewo mengungkapkan bahwa Risma merupakan sosok yang dipilihnya sendiri sebagai calon wakil bupati hanya beberapa hari sebelum pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Dia itu saya pilih sebagai wakil saya beberapa hari sebelum pendaftaran KPU. Itu murni saya pilih, beberapa hari, last minute,” tutur Sudewo.
Mantan Politikus Partai Gerindra ini juga mengeklaim Risma tidak mengeluarkan biaya untuk maju sebagai calon wakil bupati.
“Dia itu menjadi wakil bupati gratis, Rp 1 juta saja tidak mengeluarkan uang. Partai tidak, massa tidak. Jadi dia mestinya bersyukur menjadi wakil bupati, jangan memfitnah ke saya terus,” ujar mantan Anggota DPR RI tersebut.
Untuk diketahui, Sudewo terjerat dua kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perkara pertama, yakni dugaan pemerasan dan suap jual beli jabatan calon perangkat desa di Kabupaten Pati saat dirinya menjabat sebagai Bupati Pati.
Perkara kedua soal dugaan penerimaan suap atau commitment fee terkait proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) saat dirinya menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI.





