KNews.id – Suara pemilih di Jawa Barat dan Jawa Timur sangat krusial untuk memenangkan Pilpres 2024. Tak heran jika eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa jadi rebutan para tim pemenangan nasional capres cawapres.
Tim pemenangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD ingin mengajak Khofifah dan Ridwan Kamil bergabung bersama mereka. Pun demikian dengan Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming turut mengklaim Khofifah dan Ridwan Kamil sebagai bagian dari mereka.
Klaim PDIP
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengklaim, Khofifah sudah memberi sinyal bersedia masuk di TPN Ganjar-Mahfud.
“Sinyal-sinyalnya ternyata mau (bergabung) juga,” kata Djarot di Matraman, Jakarta Timur, Djarot pun menggambarkan kedekatan Khofifah dengan PDIP secara ideologis dan historis. “Tapi katanya, Bu Khofifah juga. Bu Khofifah sama kita dekat banget.
Jadi kedekatan kedekatan ideologis, kedekatan historis itu menjadi penting. Jadi gitu,” tuturnya. Djarot mengungkapkan, pihaknya akan mengajak siapa pun tokoh yang dianggap kompeten termasuk Ridwan Kamil yang juga ramai diisukan bergabung ke kubu koalisi PDIP, PPP, Perindo dan Hanura.
Menurutnya, dengan mengajak banyak tokoh hal ini menunjukan bukan untuk kepentingan pribadi maupun Ganjar-Mahfud melainkan demi kepentingan rakyat ke depan. “Mereka mereka yang peduli kepada masa depan Indonesia dan bertujuan untuk bisa mewujudkan keadilan sosial, kita undang untuk bergabung bersama Pak Ganjar-Prof Mahfud,” jelas Djarot.
Sedangkan di Banten dan Jabar, Prabowo Subianto memiliki keunggulan. Sementara untuk Jateng dan Jawa Timur Jatim, Ganjar Pranowo merupakan figur yang paling unggul,” ujar Toto pada Minggu, 29 Oktober 2023. Namun, Toto menekankan bahwa keunggulan dalam hal ini tidak bersifat mutlak.
Misalnya, Prabowo di Jabar tidak mencapai 50 persen, mungkin hanya sekitar 35 persen. Begitu juga dengan keunggulan Ganjar di Jatim yang tidak mutlak, berkisar antara 35-40 persen dibandingkan dengan calon-calon lain.
Toto juga menyoroti langkah Prabowo Subianto yang mencoba untuk menggandeng Gibran Rakabuming Raka dalam upaya memperoleh suara dari Jateng. Namun, Jateng memiliki basis pendukung yang kuat dari PDI Perjuangan, sehingga sering dijuluki “kandang banteng.”
Selain itu, Toto menyatakan bahwa elektabilitas tinggi Gibran di Jateng cenderung mengarah pada posisi sebagai gubernur, bukan cawapres. “Ketika ditanya siapa yang paling berpotensi menjadi gubernur Jateng, jawabannya hanya sekitar 10 persen paling tinggi.
Dan jawabannya cenderung mengarah ke Mas Gibran untuk gubernur, bukan cawapres,” ungkap Toto. Toto pun menyebut para kandidat mesti masuk ke masing-masing wilayah dan menyesuaikan subkultur setempat untuk menarik simpati pemilih.
Mendekati tokoh penting di sebuah daerah dipandang tidak akan mempan jika kandidat tidak “masuk” ke daerah tersebut.
“Waktu itu (tokoh penting di) Jabar, RK (Ridwan Kamil), waktu masih gubernur, sama Khofifah (Jawa Timur), DIY Sri Sultan, tapi kalau ditanya relevansinya dengan capres-cawapres raih simpati, nggak bisa dan nggak cukup meraih, harus masuk subkultur karena puluhan juta pemilihnya,” kata Toto.
Toto juga menekankan bahwa para kandidat harus masuk ke masing-masing wilayah dan menyesuaikan dengan subkultur setempat untuk mendapatkan dukungan pemilih.






