KNews.id – Jakarta – Pernahkah merasa susah khusyuk saat salat? Ternyata gangguan konsentrasi ini ulah setan bernama Khinzib atau Khanzab.
Khinzib adalah setan yang menggoda manusia dalam ibadah. Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar terjemahan Ulin Nuha menjelaskan para ulama berbeda pendapat dalam memberi harakat pada huruf Kha’ dalam kata tersebut, ada yang memfathahkannya dan ada yang membacanya kasrah. Keduanya sama-sama populer.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, para sahabat pernah mengalami gangguan Khinzib saat salat. Mereka kemudian mengadukan hal ini kepada Rasulullah SAW.
Utsman bin Abi Al-Ash RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan menghalangiku antara salatku dengan bacaanku hingga membuatku kacau.”
Menanggapi pengaduan Utsman bin Abi Al-Ash, Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah ulah setan bernama Khinzib. Jika kamu merasakan kehadirannya, maka memohonlah perlindungan kepada Allah darinya dan meludahlah sebanyak tiga kali ke arah kiri.”
Kemudian aku (Utsman bin Abi Al-Ash) pun mengikuti saran Rasulullah SAW tersebut hingga Allah SWT berkenan menghilangkannya dariku.” (HR Muslim, shahih)
Menurut penjelasan dalam buku Tidak Sah Shalat Tanpa Mengenal-Nya karya Tabib Muhammad Hasan Husen bin Ahmad, para ulama menyimpulkan munculnya pikiran apa pun dalam salat sejatinya adalah gangguan dari setan Khinzib. Rasulullah SAW menganjurkan membaca taawudz dan meludah ke kiri tiga kali ketika merasakan gangguan tersebut.
Doa Mengusir Setan Khinzib Pengganggu Salat
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīm
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Cara agar Salat Khusyuk
Dalam Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali karya M. Abdul Mujieb dkk, khusyuk dalam salat artinya mendirikan salat dengan penuh taaddub (sopan) disertai sikap taat dan tunduk serta mengagungkan perintah-Nya, takut salatnya tak diterima, mengharap ampunan, dan selalu merasa diawasi oleh-Nya. Setiap gerakan dan ucapan dalam salat yang khusyuk dilakukan dengan pelan dan penuh penghayatan.
Sederhananya, khusyuk terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, lahirriyah yakni melakukan gerakan salat dan bacaan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Kedua, batiniyah, yakni mengosongkan pikiran dan hati dari hal-hal duniawi, mengerjakan salat dengan penuh harap, cemas, takut, merasa diawasi, dan mengagungkan Allah SWT dan perintah-Nya. Ketiga, tempat dan suasana akan mendukung kekhusyukan salat baik secara lahir maupun batin.
Dalam hadits Arbain terdapat sebuah riwayat yang bisa menjadi panduan agar salat dengan khusyuk. Caranya, salatlah dengan ihsan. Rasulullah SAW bersabda:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهُ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya: “Engkau beribadah kepada Allah seakan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak (beribadah kepada-Nya seakan) melihat-Nya maka (beribadahlah kepada-Nya seakan) Dia yang sedang melihatmu.” (HR Muslim)
Wallahu a’lam.





