KNews.id – Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan ada tiga bahaya yang bisa ditimbulkan dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia menjelaskan ketiga bahaya itu meliputi pernapasan, mata, dan kulit.
“Dari sisi Kementerian Kesehatan kita pesankan kepada masyarakat agar tidak panik dan titip ada tiga hal yang mesti kita jaga bersama. Pertama, dari sisi kesehatan abu vulkanik ini ada tiga dampak yang harus kita jaga. Pertama ke pernapasan, kedua ke mata dan ketiga ke kulit,” kata Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).
Dari segi pernapasan, Budi mengingatkan warga untuk selalu menggunakan masker jika terpaksa harus berkegiatan di luar rumah. Dia juga mengatakan setiap puskesmas saat ini telah disiapkan sejumlah alat bantu pernapasan dalam mengantisipasi lonjakan pasien gangguan pernapasan efek abu erupsi Anak Krakatau.
Sementara dari bahaya mata, Budi meminta warga untuk memakai kacamata saat beraktivitas di luar rumah. Dia juga menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika mata terkena abu vulkanik erupsi Anak Krakatau.
“Kalau debunya masuk pastikan jangan dikucek-kucek. Bersihkan pakai air dan segera ke puskesmas karena semua puskesmas sudah kita kasih obat tetes mata,” ujar Budi.
Di bahaya ketiga yang berkaitan dengan kulit, Menkes meminta warga untuk rutin membersihkan tubuh dengan air bersih setelah selesai beraktivitas di luar rumah. Dia juga memastikan pasokan salep kulit telah tersedia di puskesmas-puskesmas.
“Tapi kalau sudah keluar rumah setiap kembali ke rumah pastikan dibersihkan dengan air. Pastikan dibersihkan dengan air dengan hati-hati karena mungkin saja ada beberapa partikelnya yang tajam,” ujar Budi.
Lebih lanjut Budi meminta masyarakat tidak panik dalam menghadapi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, ia meminta warga untuk menghindari aktivitas di luar rumah dalam beberapa waktu.
“Bagaimana caranya supaya kita bisa tetap sehat ketiganya? Kalau bisa jangan keluar rumah aja. Tapi kalau keluar rumah pakai masker, kalau mata mesti pakai kaca mata, kalau kulit begitu pulang langsung dibersihkan,” tutur Budi.
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta
BMKG mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.
BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.
“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis BMKG dalam situsnya.
Klaster pertama adalah ke arah Jakarta, Banten, dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.
“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50 ribu kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.
“Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten,” jelasnya.






