KNews.id –Jakarta, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat ujian berat. Setelah ribuan dapur Badan Gizi Nasional (BGN) berdiri di seluruh Indonesia, muncul kasus menghebohkan: dugaan sabotase makanan beracun yang menyasar langsung dapur MBG.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan luas. Bagaimana mungkin makanan yang seharusnya menjadi sumber gizi bagi anak-anak justru berubah menjadi ancaman? Bagi banyak pihak, tindakan itu bukan sekadar kriminal, melainkan upaya terencana untuk merusak masa depan generasi bangsa.
“Serangan racun di dapur BGN sama bahayanya dengan aksi anarkis yang merusak aset negara. Bedanya, kali ini yang diserang adalah perut dan pikiran anak-anak kita,” ujar seorang pengamat kebijakan publik di Jakarta.
Ironisnya, hingga hari ini polisi belum berhasil mengungkap siapa dalang di balik sabotase tersebut. Ketidakjelasan ini melahirkan spekulasi: apakah ada pihak tertentu yang sengaja ingin menggagalkan program prioritas Presiden?
Padahal, dunia sudah membuktikan. Tiongkok berhasil menjalankan program makan bergizi gratis secara nasional, dan kini menjadi contoh nyata bagaimana nutrisi bisa mengangkat kualitas pendidikan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa. Indonesia dengan MBG sedang menuju arah yang sama.
Program ini bukan sekadar soal nasi dan lauk. Ia adalah strategi besar menghapus stunting, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Serangan racun adalah bentuk nyata teror terhadap agenda nasional itu.
Masyarakat kini menuntut ketegasan. Aparat diminta segera mengungkap dalang peracunan makanan agar rakyat tak terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Satu hal pasti: Makan Bergizi Gratis adalah hak rakyat. Ia harus terus berjalan, dijaga, dan dibela. Karena menyerah kepada teror racun sama artinya dengan merelakan masa depan Indonesia dirampas oleh tangan-tangan gelap yang tak bertanggung jawab.
(FHD/ NRS)






