spot_img

Belum Usai Kasus 3 ASN Tewas, Sopir Kembali Ditembak di Papua

KNews.id – Jakarta – Insiden penembakan terjadi lagi di Papua pada Selasa (15/9/2026), kali ini korban yang tewas seorang sopir. Penembakan sopir di jalan Trans Wamena-Nduga, Papua Pegunungan yang belum diketahui identitasnya itu diklaim dilakukan oleh pemberontak pro-kemerdekaan Papua.

Sebelumnya penembakan juga menyasar tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiganya tewas setelah ditembak di Kampung Muliama, Distrik Muliama, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT.

- Advertisement -

Peristiwa tragis itu bermula ketika ketiga korban bersama rombongan lainnya hendak perjalanan menuju ke Kota Wamena setelah melakukan peninjauan pelaksanaan kegiatan program cetak sawah.

OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Penembakan Sopir

Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut. Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan laporan resmi terkait penembakan tersebut diterima langsung pihaknya dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Darakma, Egianus Kogoya.

- Advertisement -

Dalam keterangannya, TPNPB menuduh korban merupakan agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai sopir. Kendati demikian, klaim sepihak mengenai identitas dan status korban tersebut hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

OPM Keluarkan Peringatan Keras bagi Warga Pendatang

Buntut dari insiden tersebut, Sebby mengeluarkan peringatan keras kepada warga pendatang yang bekerja sebagai sopir, tukang ojek, maupun aparatur sipil negara (ASN) agar segera menghentikan aktivitas di sejumlah jalur yang diklaim sebagai wilayah konflik.

Sejumlah jalur yang dimaksud dalam siaran pers tersebut meliputi ruas Trans Wamena-Nduga, Wamena-Tolikara, Wamena-Yalimo, hingga Wamena-Jayapura.

“Warga pendatang yang tetap melintas di wilayah yang kami klaim sebagai wilayah perang akan menjadi sasaran penembakan,” tegas Sebby.

Kelompok tersebut juga menuduh para pengemudi angkutan umum dan ojek sebagai bagian dari jaringan intelijen militer Indonesia. Selain itu, mereka menegaskan larangan mutlak bagi warga pendatang untuk memasuki kawasan seperti Wamena, Habema, Nduga, hingga Munggu, yang disebut sebagai zona merah.

TPNPB memperingatkan agar ultimatum ini tidak diabaikan oleh masyarakat pendatang. Dalam aturan internal kelompok tersebut, hanya orang asli Papua yang diperbolehkan melintas di jalur-jalur tertentu.

- Advertisement -

Terkait evakuasi korban, TPNPB meminta aparat keamanan Indonesia untuk segera mengevakuasi jasad korban dan kendaraan yang masih berada di lokasi kejadian. Namun, mereka melarang warga Papua, termasuk anggota TNI dan Polri untuk terlibat dalam proses evakuasi tersebut.

Sebelum penembakan ini terjadi, TPNPB mengeklaim pihaknya telah mengeluarkan imbauan agar jalur Trans Wamena dikosongkan dari aktivitas warga pendatang.

Di akhir keterangannya, pihak TPNPB juga menyinggung sejumlah dugaan kasus kekerasan terhadap masyarakat Papua yang melibatkan aparat TNI dan Polri, serta meminta publik agar memberikan perhatian yang berimbang terhadap persoalan tersebut. (*)

3 ASN di Jayawijaya Ditembak hingga Tewas: OPM Klaim Tanggung Jawab, Korban Dituding Agen Intelijen

Tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas setelah ditembak di Kampung Muliama, Distrik Muliama, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.53 WIT.

Dikutip dari Tribun Papua, peristiwa tragis itu bermula ketika ketiga korban bersama rombongan lainnya hendak perjalanan menuju ke Kota Wamena setelah melakukan peninjauan pelaksanaan kegiatan program cetak sawah.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.

“Penembakan terjadi sekitar pukul 15.47 WIT saat rombongan melaksanakan distribusi Bapang ke Distrik Muliama,” ujarnya.

Adapun identitas ketiga korban tersebut sebagai berikut:
  1. Perempuan berinisial AR (49). Ia merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak di bagian perut dan tewas di lokasi kejadian.
  2. Laki-laki berinisial AAM (35). Ia merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak di bagian belakang kepala serta tangan kiri dan meninggal di lokasi kejadian.
  3. Perempuan berinisial WB (24). Dia madalah pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya. Korban menderita luka tembak di pinggang kanan dan sempat dilarikan ke RSUD Wamena sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sementara, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani mengutuk aksi penembakan ini. Dia menegaskan akan mengusut tuntas dan menangkap pelaku.

(RD/TBN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini