spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
spot_img

Sejarah Yang di Butakan, Di Sembunyikan dan di Gelapkan

Oleh : Sutoyo Abadi 

KNews.id – Jakarta, Histories make wise ( sejarah membuat orang bijak Albert Camus adalah seorang filsuf, penulis, dan jurnalis Prancis ( sebagai seorang Absurdis, yang menekankan pada ketidakrasionalan dan kurangnya makna dalam kehidupan dan alam semesta ), mengatakan, “bahwa dalam sejarah selalu terjadi bukan apa yang terjadi, tetapi apa yang kita diamkan”.

- Advertisement -

Sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 negara belum pernah selesai mengatasi persoalan kebangsaan. Empat kali UUD berganti, terakhir di amandemen dengan sadis, keji dan brutal. Generasi bangsa kembali di buat gelap tidak tahu lagi sejarah atau riwayatnya yang pernah terjadi sampai Indonesia merdeka.

Sejarah kemerdekaan RI peristiwanya hanya satu. Tetapi ketika datang kekuasaan bodoh, tolol dan bengis, dengan sengaja mengaburkan sejarah hanya karena kepentingan politik untuk mengubahnya.

- Advertisement -

Ketika sejarah oleh kementerian pendidikan di obrak-abrik ditulis ulang dengan tinta kekuasaan, kebengisan, kedengkian, kemarahan, diubah alur sejarah bangsa ini, disembunyikan dari ingatan dan ditenggelamkan.

Sejarah, seringkali terjadi demikian, ia bukan di tulis cerita tentang apa yang telah terjadi, bahkan memutar balikkan tentang apa yang di kira telah dilupakan.

Indonesia dalam kegelapan, terlebih di era Presiden Jokowi yang buta sejarah. Sangat tragis misalnya , peristiwa G 39 S akan di putar balikkan. Indikasi kuat hanya karena nafsu yang menggelora ingin membuat catatan palsu bahwa PKI adalah korbannya.

Sudah cukup waktu tragedi sejarah tragis kehidupan bangsa ini di benam. Sudah dua puluh tahun lebih bangsa Indonesia di selimuti kabut gelas ketika UUD 1945 diganti dengan UUD 2002.

Tembok pengaman negara untuk anak cucu dari gangguan kehidupan liar dari luar telah di robohkan, negara berubah menjadi negara kapitalis, keadaan negara berubah seperti rimba kehidupan belantara.

Kekuasaan setelah empat kali di amandemen UUD 45, negara benar benar linglung, buta dan nanar berjalan tanpa arah.

- Advertisement -

Sejarah kebangsaan di gelapkan, di sembunyikan dan ditutup untuk generasi saat ini. Tidak tahu lagi kapan bangsa ini kapan merdeka, oleh siapa yang telah berjuang dengan segala pengorbanan. Bahan buta makna apa yang di torehkan dalam pembukaan dan UUD 45 sebagai tembok pengamanan negara yang telah robohkan

Dengan sejarah suatu bangsa akan dapat mengetahui perjuangan para patriotnya, yang saat ini kita nikmati. Bangsa yang besar adalah mereka yang tumbuh dan membangun militansi generasi berikutnya untuk melanjutkan para pejuangnya sebelumnya.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para Founding fathers” atau “Bapak Pendiri” bangsa Indonesia .

Adalah sebutan untuk tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam mendirikan suatu negara atau organisasi, terutama dalam hal perumusan ideologi, dasar negara, dan bentuk pemerintahan.

Saat ini sejarahnya sedang di sembunyikan, dibutakan dan di gelapkan untuk generasinya. Penuh harapan Presiden Prabowo Subianto membuka kembali kegelapan ini. Pada 17 Agustus 2025 mendatang *berkenan mengeluarkan Dekrit presiden negara kembali pada Pancasila dan UUD 45″.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini