“Statement wadirut (Nixon L.P Napitupulu) yang menyatakan BTN kembali ke khittah sebagai penyalur kredit rumah tapak menciptakan optimisme di kalangan pelaku pasar. Keputusan BTN menjauhi pembiayaan apartemen sudah tepat,” kata Tirta.
Paska rights issue, publik kini menunggu gebrakan berikutnya dari BBTN. Dengan mengantongi dana segar Rp4,13 triliun, BBTN punya ruang lebih besar untuk melipatgandakan pembiayaan. Ini menjadi kesempatan terbaik dalam mendukung agenda pemerintah untuk menekan angka backlog perumahan. “Dengan oversubscribed 1,6x, menunjukkan tingginya harapan investor terhadap prospek perusahaan. BTN pun semakin sehat dan semakin memiliki energi untuk terus ekspansi,” ujar Meneg BUMN Erick Thohir akhir pekan lalu.




