Prof Rizal Ramli spontan membuka tabir kebiadaban mereka, dikatakan: Polisi Indonesia telah dilatih oleh polisi China dalam beberapa tahun terakhir, tidak heran tidak menghormati hak asasi manusia,” ujar Rizal Ramli dikutip dari unggahan twitternya, @RamliRizal (4/10/2022).
Gaung bersambut The New York Times mengatakan:
“Indonesia’s pollice force is highly militarised poorly trained in crowd control, has never been held accountable for missteps, expert say”. (Kepolisian Indonesia sangat termiliterisasi, kurang terlatih dalam pengendalian massa, tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan langkah, kata pakar).
Kata The Times, polisi Indonesia tidak pernah seberkuasa dan ‘sekejam’ ini. Selama tiga dekade lebih Soeharto berkuasa, militer sering dianggap berkuasa. Namun selepas 1998, polisi berkuasa sangat.
Pembantaian masal tersebut : “without warning sprayed tear gas at tens of thousands of spectators crowded in a stadium.” (tanpa peringatan menyemprotkan gas air mata ke puluhan ribu penonton yang memadati sebuah stadion).





