spot_img

Purbaya: Anggaran BGN Dipangkas Jadi Rp268 Triliun

KNews.id – Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan memangkas anggaran Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, dia memastikan biaya untuk menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dikurangi.

Sekitar sepekan lalu, Purbaya mengumumkan, anggaran BGN menjadi Rp 268 triliun dari alokasi semua sebesar Rp 335 triliun. Ini jadi upaya efisiensi kebutuhan biaya pelaksanaan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

- Advertisement -

“Ya karena ada yang bisa dibuat lebih efisien. Jadi bukan dipangkas uang makan. Tapi kita lihat, itu misalnya dari 6 hari ke 5 hari atau lebih pendek lagi. Belanja yang tidak perlu tidak akan dibelanjakan oleh Pak MBG,” ungkap Purbaya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk memangkas anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp 335 triliun, kini disesuaikan menjadi Rp 268 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

- Advertisement -

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemangkasan anggaran MBG ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak lain adalah untuk memastikan penggunaan keuangan negara berjalan lebih efektif dan efisien.

“Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2026.

Kerja Lebih Optimal

Menurut Purbaya, kebijakan penghematan ini sengaja dilakukan agar Badan Gizi Nasional (BGN), selaku instansi penyelenggara program, dapat bekerja lebih optimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui langkah pengetatan ini, manajemen internal program andalan pemerintah tersebut diharapkan bisa menjadi jauh lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lagi memandang negatif atau menyudutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa penurunan anggaran ini bukan tanda kegagalan, melainkan proses evaluasi berkala.

Perbaiki Manajemen MBG

Saat ini Presiden Prabowo Subianto sedang membenahi total tata kelola dan manajemen pelaksanaan program tersebut.

- Advertisement -

“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka (BGN) membelanjakan uang,” ucap Purbaya dengan tegas.

Purbaya menambahkan, pemerintah pusat sangat terbuka terhadap berbagai kritik serta masukan konstruktif dari publik terkait pelaksanaan di lapangan. Penyesuaian anggaran sebesar Rp67 triliun ini diproyeksikan tidak akan mengganggu esensi utama program.

“Jadi bukan immune terhadap masukan, Bapak kita itu, Pak Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah,” tutur Purbaya menambahkan.

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini