spot_img

Mengapa Hepatitis Dijuluki Silent Killer? Ini Penjelasannya

KNews.id – Jakarta – Penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus sering disebut sebagai silent killer. Hal ini karena gejalanya yang sangat ringan, bahkan tak bergejala sama sekali.

Penderitanya banyak yang baru menyadari penyakit ini setelah beberapa bulan, bahkan hingga beberapa tahun sejak pertama kali terpapar. Ketika sudah terdiagnosis, kondisinya sudah parah dan merusak hati.

- Advertisement -

Mengapa hepatitis sering telat terdeteksi

Menurut National Library of Medicine AS, gejala dan tanda penyakit ini biasanya baru terlihat jelas setelah menyebabkan kerusakan hati yang parah. Gejala hepatitis butuh waktu lama untuk muncul, bahkan bisa bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Istilah hepatitis itu sendiri mengacu pada peradangan di hati. Peradangan ini bisa disebabkan oleh virus, penggunaan alkohol atau zat berbahaya, paparan racun, serta penyakit tertentu.

- Advertisement -

Adapun hepatitis yang disebabkan oleh virus ada banyak jenisnya. Tiga yang paling umum dikenal, yakni hepatitis A (HAV), hepatitis B (HBV), dan hepatitis C (HVC).

Mengutip WebMD, hepatitis A sangat menular tetapi biasanya bisa sembuh dalam dua bulan dan tidak menimbulkan komplikasi. Penyakit ini bisa menyebar melalui makanan, minuman, atau kontaminasi tinja.

Adapun hepatitis B bisa menyebar melalui hubungan seks, berbagi jarum suntik, dan kontak langsung darah orang yang terinfeksi. Meski penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, tetapi sebagian besar orang bisa pulih dalam enam bulan.

Kemudian hepatitis C tergolong infeksi jangka panjang dan sering tidak menunjukkan gejala. Penyakit ini bisa menyebabkan jaringan parut pada hati atau sirosis. Berbeda dengan tipe A dan B, penyakit yang satu ini belum ada vaksinnya.

Dalam beberapa kasus, tubuh dapat menyembuhkan infeksi dengan sendirinya. Namun dalam kasus lain, tubuh bisa saja kesulitan menghilangkan infeksi dan kondisinya berubah menjadi kronis.

Hepatitis sendiri bisa bersifat akut yang infeksinya tak berlangsung lebih dari enam bulan. Jika infeksi berlangsung lebih dari itu, penyakit sudah dianggap kronis.

- Advertisement -

Adapun sebagian besar orang yang menderita hepatitis kronis tidak menyadarinya. Pada banyak kasus, orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun atau gejalanya sangat ringan, sehingga tidak memeriksakan diri ke dokter.

Dampak telat diagnosis pada hepatitis kronis

Seseorang dengan hepatitis kronis bisa tak menyadari fungsi hatinya menurun selama bertahun-tahun. Seiring berkembangnya hepatitis dalam tubuh, kerusakan hati meningkat dan menyebabkan fibrosis atau bekas luka.

Fibrosis terkadang bisa menyebabkan sirosis alias jaringan parut yang berlebihan. Ketika sudah pada tahap sirosis, perubahan struktur hati bisa mengganggu fungsi utamanya.

Pada tahap ini, tanda penyakit sudah makin terlihat. Pengecilan otot bisa terjadi akibat kurang nafsu makan dan ketidakmampuan hati untuk produksi protein pembentuk otot.

Tanda lain, perut dan pergelangan kaki membengkak karena tubuh sulit menangani natrium dan membuang cairan serta racun. Komplikasi seperti pendarahan dari kerongkongan atau lambung, pembengkakan perut, hingga kesulitan berpikir dan ambil keputusan bisa terjadi.

Kapan harus ke dokter?

Setidaknya ada beberapa gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis yang perlu Anda perhatikan:

  • Kelelahan terus-menerus.
  • Perasaan tidak enak badan.
  • Gejala seperti flu, seperti sakit kepala, nyeri otot, dan demam ringan.
  • Kurang nafsu makan.
  • Mengalami penurunan berat badan.
  • Mual, muntah, dan sakit perut.
  • Kulit menguning atau ada warna tak biasa pada selaput lendir.
  • Diare.
  • Gatal pada kulit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Warna tinja pucat.

Jika mengalami satu atau beberapa gejala ini dalam jangka waktu cukup lama, segera periksakan diri ke dokter. Menurut Mayo Clinic, selain pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan sejumlah tes darah.

Sampel darah diuji untuk memeriksa keberadaan antibodi. Jika Anda menderita hepatitis B atau C, pengambilan sampel darah lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memeriksa komplikasi dan menentukan apakah hepatitis Anda sudah berkembang dari akut menjadi kronis.

Pada kasus tertentu, diperlukan biopsi hati atau pengambilan sampel jaringan untuk menentukan tingkat kerusakannya. Biopsi biasanya dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam hati dan mengambil sepotong jaringan, lalu dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Jadi, hepatitis sering disebut sebagai silent killer karena memiliki gejala samar atau tak bergejala sama sekali. Anda perlu lebih sensitif terhadap kesehatan dan rajin melakukan medical check-up.

(RD/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini