spot_img

Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah Apakah Tetap Sah?

KNews.id – Jakarta – Puasa Arafah biasanya dikerjakan serangkaian dengan puasa Tarwiyah. Namun, bolehkah jika hanya puasa Arafah saja tanpa Tarwiyah?

Pembahasan mengenai puasa Tarwiyah dan Arafah sering menjadi perhatian karena keduanya dikerjakan pada hari-hari utama di bulan Zulhijah.

- Advertisement -

Oleh sebab itu, penting memahami penjelasan terkait pelaksanaan kedua puasa sunnah tersebut.

Apa Itu Puasa Arafah dan Puasa Tarwiyah?
Dijelaskan dalam buku Fikih Puasa karya Ali Musthafa Siregar, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Zulhijah.

- Advertisement -

Puasa Tarwiyah dikerjakan pada 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah, bertepatan dengan waktu wukuf jemaah haji di Padang Arafah. Kedua puasa sunnah ini dianjurkan bagi umat Islam, baik yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak.

Hukum Melaksanakan Puasa Arafah Tanpa Puasa Tarwiyah
Dalam pelaksanaannya, umat Islam tetap diperbolehkan menjalankan puasa Arafah meskipun tidak melaksanakan puasa Tarwiyah terlebih dahulu. Menurut penjelasan dalam buku Ibadah-ibadah Paling Terhormat Bagi Pelaku Maksiat Agar Taubat Nasuha karya Muhammad Nasrullah, kebolehan ini karena keduanya merupakan ibadah sunnah yang berdiri sendiri dan tidak saling menjadi syarat.

Anjuran melaksanakan puasa Arafah sendiri dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:

“Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, ‘Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR Muslim)

- Advertisement -

Hadits tersebut menunjukkan besarnya keutamaan puasa Arafah sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Ketentuan Hukum Puasa Arafah bagi Orang yang Berhaji
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jemaah haji, terdapat beberapa ketentuan berbeda terkait pelaksanaannya.

Dalam sumber yang sama, mengacu pada kitab Mughnii al-Muhtaaj Juz 2, dijelaskan bahwa jemaah haji yang telah sampai di Arafah pada siang hari disunnahkan untuk tidak berpuasa. Bahkan, dalam salah satu pendapat disebutkan hukumnya makruh apabila tetap berpuasa karena dikhawatirkan dapat melemahkan kondisi fisik saat menjalani rangkaian ibadah haji.

Ketentuan serupa juga berlaku bagi jemaah yang tiba di Arafah pada malam hari dalam keadaan musafir atau sakit.

Namun, apabila seseorang tiba di Arafah pada malam hari dan tidak dalam kondisi musafir maupun sakit, sebagian pendapat fikih menyunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini