Pro dan Kontra Atas Kembali Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
4 mins read

Pro dan Kontra Atas Kembali Anies Baswedan di Pilgub Jakarta

KNews.id – Jakarta – Anies Baswedan menyatakan kesiapannya maju kembali di Pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta 2024. Anies mengungkapkan hal itu setelah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta resmi mengusungnya maju di Pilgub Jakarta.

Gubernur DKI periode 2017-2022 ini mengatakan dia telah mendapatkan kepercayaan untuk maju di Pilgub Jakarta dari PKB. “Karena itu kita sampaikan bismillah, kami bersiap untuk meneruskan ke periode kedua,” kata dia di Pondok Indah, Jakarta Selatan, dikutip dari keterangan video yang dikirim Tim Anies pada Jumat, 14 Juni 2024.

Pernyataan Anies itu mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk dari politikus dan petinggi partai politik.

1. Mantan Calon Presiden Ganjar Pranowo: Mudah-mudahan Bisa Bernegosiasi

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Ganjar Pranowo buka suara soal masuknya Anies Baswedan dalam radar PDIP untuk Pilgub Jakarta 2024. Mantan calon presiden dalam Pilpres 2024 ini mengatakan dalam momentum pemilihan umum termasuk perhelatan pilkada, PDIP tetap memposisikan diri sebagai partai yang terbuka untuk semua, baik itu kader maupun non-kader. 

“Hal ini mesti diobrolkan, mudah-mudahan bisa bernegosiasi,” kata Ganjar seusai salat Idul Adha di kawasan kediamannya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 17 Juni 2024.

Ganjar mengatakan biasanya dalam momentum pemilu PDIP akan menyiapkan opsi kandidat calon kepala daerah baik melalui perekrutan kader internal maupun membuka pendaftaran bagi figur luar partai. Tahapan rekrutmen serta seleksi ini berlaku bagi semua kandidat.

“Semua pasti akan melalui tahapan seleksi. Ada proses-proses pertimbangan yang juga diambil,” ujar mantan Gubernur Jawa Tengah ini. “Sekarang semua proses itu masih berjalan, tinggal tunggu saja hasilnya.”

2. Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla: Ya, Silakan Saja

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK mengatakan dia tak punya masalah jika Anies Baswedan maju kembali di Pilgub Jakarta. “Ya, silakan saja,” ujar JK di Kuningan, Jakarta Selatan pada Ahad.

JK tidak banyak berkomentar soal pencalonan Anies. Ketika ditanya tanggapannya soal kans dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Anies di Pilgub Jakarta, JK hanya berjalan sambil melambaikan tangannya ke wartawan.

Jusuf Kalla adalah pendukung Anies di pemilihan presiden atau Pilpres 2024. Anies ketika itu maju sebagai calon presiden bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presidennya. Mantan duet calon nomor urut 1 itu kalah dari pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang kemudian menjadi presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2024.

3. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto: Anies Baru Bergerak

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menanggapi deklarasi Anies Baswedan maju dalam Pilgub Jakarta. Sambil berkelakar, Airlangga mengatakan Ridwan Kamil sudah lebih dahulu mempersiapkan diri ketimbang Anies.

“Pak RK (Ridwan Kamil) kan sudah pasang ‘On the Way to Jakarta’, kalau Pak Anies kan bergerak-bergerak saja,” kata Airlangga usai salat Idul Adha di Masjid Ainul Hikmah DPP Golkar, Jakarta.

Namun Airlangga mengatakan Golkar belum memastikan memajukan Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat atau Jakarta. Golkar saat ini masih menunggu hasil survei elektabilitas dan popularitas Ridwan Kamil di dua wilayah itu. “Kita tunggu survei juga,” kata Airlangga.

Airlangga mengatakan pengurus Golkar sudah sepakat untuk menunggu hingga Juli 2024. Kemudian, Golkar akan melakukan evaluasi dan menentukan calon yang maju. “Tentu akan evaluasi siapa yang akan maju,” kata Airlangga.

4. Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziyah: Akan Dibawa ke DPP

Wakil Ketua Umum PKB Ida Fauziyah mengatakan dukungan partainya untuk pencalonan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta adalah aspirasi DPW PKB Jakarta yang bakal dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.

“Aspirasi dari DKI Jakarta pasti akan dibawa ke DPP PKB,” ujarnya di Jakarta.

Ida mengatakan partainya memiliki mekanisme dalam mendukung seseorang untuk maju dalam pilkada. Menurutnya, DPW mengusulkan kepada DPP dan setiap calon harus mengikuti uji kelayakan dan kepatutan partai.

“Sama seperti pilkada yang lain prosesnya tetap saja mengikuti ujian kelayakan dan kepatutan,” ucap Ida.

(Zs/Tmp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *