spot_img
Sabtu, Januari 24, 2026
spot_img
spot_img

Presiden Prabowo Perintahkan Menkes Segera Siapkan Dokter Magang Untuk Perbantukan ke Lokasi Bencana

KNews.id – Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto bahwa banyak dokter yang menjadi korban bencana Sumatra, di mana seharusnya mereka bisa membantu para warga yang terdampak.

“Kita kekurangan dokter pak, karena dokter di sana jadi korban juga,” kata Budi dalam rapat terbatas penanganan bencana Sumatra di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025). Dalam kesempatan itu, Budi juga meminta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk bisa mengirimkan dokter dari TNI dan Polri ke lokasi terdampak bencana, selama tiga bulan ke depan.

- Advertisement -

“Jadi saya minta tolong juga pak Menhan kalau boleh saya butuh sekitar 300 dokter 3 bulan ke depan untuk mengisi sampai mereka jadi. Saya atasi sebagian, tapi kalau boleh TNI-Polri kan lebih gampang mobilisasinya,” ungkap dia.

Mendengar hal tersebut Prabowo pun bertanya soal peluang dokter magang atau co-assistant (dokter koas) untuk membantu bencana.

- Advertisement -

Budi pun langsung menjawab pertanyaan Prabowo tersebut. “Internship pak. Tapi memang harus ada dokter pendamping, saya sebenarnya kalau diizinkan saya pinjam 300 dokter, kita deploy 3 bulan ke Puskesmas-puskesmas,” ungkap Budi.

Usai mendengar penjelasan itu, Prabowo langsung meminta Menkes untuk menyiapkan dokter magang termasuk yang ada di perguruan tinggi, segera dikirim ke lokasi bencana.

“Saya kira bisa itu perguruan tinggi dikerahkan juga (dokter) internship,” kata Prabowo.

Kondisi Memang Cukup Memprihatinkan

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa banyak sawah petani yang rusak akibat bencana Sumatra. Hal ini didapatkannya saat rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan gubernur di posko terpadu penanganan bencana alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025).

“Saya dapat laporan kondisi memang cukup memprihatinkan ya, sawah juga banyak yang rusak. Menteri Pertanian ada di sini? Tidak ada ya? Itu dicatat aja,” kata Prabowo saat membuka rapat terbatas, Minggu malam.

- Advertisement -

Tak hanya itu, dia menyampaikan banyak infrastruktur yang rusak karena diterjang banjir seperti bendungan dan perumahan. Prabowo meminta jajarannya agar infrastruktur yang rusak segera diperbaiki.

“Bendungan-bendungan cukup banyak yang jebol, yang besar-besar maupun yang kecil-kecil, irigasi sangat penting. Kemudian gubernur dan para bupati melaporkan cukup banyak perumahan yang harus kita bantu untuk dibangun kembali,” ungkap dia.

Pria yang juga merupakan Ketua Umum Gerindra ini menuturkan, Jembatan Bailey Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, sedang dibangun kembali. Jembatan tersebut dapat beroperasi satu minggu kedepan, sehingga membuka akses ke lokasi-lokasi terdampak banjir lainnya.

“Diharapkan dalam 1 minggu ini sudah bisa beroperasi sehingga jembatan-jembatan selanjutnya bisa sudah mulai dibuka,” tutur Prabowo.

Rapat Terbatas

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di posko terpadu penanganan bencana banjir di Lanud Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Rapat digelar usai Prabowo meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu.

Rapat dimulai sekitar pukul 19.17 WIB. Prabowo ingin penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipercepat sehingga masyarakat dapat hidup normal kembali.

“Beliau ingin betul-betul penanganan terhadap terjadinya bencana yang melanda di tiga provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat dilakukan percepatan. Dan malam ini bapak presiden ingin langsung memimpin rapat koordinasi bersama dengan seluruh jajaran menteri-menteri terkait,” jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo di Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh, Minggu (7/12/2025).

Nantinya, kata dia, pemerintah akan memutuskan upaya-upaya percepatan penanganan bencana yang dilakukan. Prasetyo menyampaikan rapat juga akan membahas penanganan darurat bencana, inventarisasi kerusakan, persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur.

“Penanganan darurat, kemudian segera untuk paralel dilakukan inventarisasi, termasuk diproses dipersiapkan rehabilitasi maupun rekonstruksi. Semua. Paralel harus dikerjakan,” ujarnya.

(FHD/Lpt)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini