spot_img
Sabtu, Desember 6, 2025
spot_img
spot_img

Presiden Prabowo Gelar Rapat Dengan Airlangga dan Pejabat BPS Serta BI Bahas Pertumbuhan Ekonomi Yang Mencapai 5,04 Persen

KNews.id – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta beberapa pimpinan lembaga tinggi negara lainnya.

Berdasarkan pantauan Bisnis di Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa pejabat yang terlihat hadir di antaranya adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

- Advertisement -

Destry tiba di Istana namun tidak memberikan keterangan kepada wartawan. Kemudian, kedatangan Destry disusul oleh Menko Airlangga.

Menko Perekonomian sejak 2019 itu tidak mengonfirmasi apa yang akan menjadi materi ratas bersama Presiden di Istana sore ini. Namun, dia mengakui bahwa akan membahas pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang melambat menjadi 5,04% (yoy). Data pertumbuhan PDB itu baru dirilis siang ini oleh BPS.

- Advertisement -

“Kuartal III kan rata-rata pertumbuhan lebih rendah dari kuartal sebelumnya, tapi angka 5,04% itu angka yang baik karena bisa bertahan 5%,” terangnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurut Airlangga, stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah belum terasa di kuartal III/2025. Namun, dia meyakini efek dari delapan program akselerasi ekonomi hingga tambahan BLT serta lain-lain bakal terasa pada Oktober-Desember 2025.

Dengan begitu, dia optimistis pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang ditargetkan sebesar 5,2% bisa tercapai. “Full year 5,2% bisa dicapai,” terang politisi Partai Golkar itu. Di sisi lain, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut akan melaporkan realisasi pertumbuhan ekonomi 5,04% (yoy) itu apabila ditanya oleh Presiden.

Dia memaparkan bahwa salah satu pendorongnya adalah ekspor yang tumbuh 9,91% (yoy) dengan distribusi sebesar 23,64%.  Kemudian, konsumsi pemerintah juga sudah berbalik tumbuh positif pada kuartal III/2025 sebesar 5,49% (yoy) setelah pada kuartal II/2025 tumbuh negatif atau terkontraksi.

“Kalau di sisi produksi, pertumbuhan ekonomi didorong oleh industri pengolahan yang terus menggeliat 5,54%,” ujar Amalia.

(FHD/BC)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini