spot_img

Poin-Poin Esensial dalam Pidato Presiden Prabowo

KNews.id – Jakarta – Presiden Prabowo menyampaikan pidato perdananya sebagai Presiden Indonesia usai dilantik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024) pagi. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan pesan, visi, dan misi untuk Indonesia selama lima tahun mendatang.

Berikut rangkuman poin-poin penting dari pidato pelantikan Presiden Prabowo.

- Advertisement -

1.Mengutamakan kepentingan rakyat
Pada pembukaan pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan akan mengutamakan kepantingan rakyat Indonesia. “Kami akan menjalankan kepemimpinan pemerintah Republik Indonesia, kepemimpinan negara dan bangsa Indonesia dengan tulus, dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih kami. Kami akan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia di atas segala golongan, apalagi kepentingan pribadi kami.”

2. Menjadi bangsa yang berani
Prabowo juga beberapa kali menekankan sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi bangsa yang berani dalam menghadapi beragam tantangan yang mengancam NKRI. “Saya selalu mengajak saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air untuk menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, bangsa yang tidak takut rintangan, bangsa yang tidak takut ancaman.

- Advertisement -

Sesungguhnya sejarah kita adalah sejarah dengan penuh kepahlawanan, penuh pengorbanan, penuh keberanian. Tidak hanya pemimpin-pemimpin, tetapi keberanian rakyat kita menghadapi segala tantangan bahkan invasi-invasi dari bangsa lain.”

3. Berantas korupsi dengan digitalisasi dan mawas diri
Prabowo juga menyinggung soal korupsi dan kolusi yang merajalela di Indonesia. Menurutnya, Indonesia bisa bebas dari korupsi dengan digitalisasi. Di samping itu, para wakil rakyat juga harus memberikan contoh yang baik.

“Marilah kita berani mawas diri, menatap wajah sendiri, dan mari berani memperbaiki diri sendiri, mari berani mengoreksi diri kita sendiri. Saya sudah katakan kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem dengan penegakan hukum yang tegas dengan digitalisasi.”

4. Kemerdekaan hasil pengorbanan rakyat
Presiden Prabowo mengingatkan kepada para hadirin bahwa kemerdekaan Indonesia tidak akan tercapai tanpa pengorbanan “wong cilik”. “Kita paham dan mengerti bahwa kemerdekaan kita bukan hadiah. Kemerdekaan kita kita dapat dengan pengorbanan yang sangat besar.

Kita harus paham dan ingat selalu pengorbanan yang paling besar adalah pengorbanan dari rakyat kita yang paling miskin, wong cilik yang berjuang, yang memberi makan kepada pejuang-pejuang.

Janganlah kita lupa waktu kita perang kemerdekaan kita tidak punya anggaran, APBN, pasukan kita tidak digaji. Siapa yang memberi makan kepada kita? Yang memberi makan adalah para petani di desa-desa, para nelayan, para pekerja, terus menerus mereka yang mendirikan Republik Indonesia.”

- Advertisement -

5. Masalah kemiskinan
Walaupun Indonesia termasuk ke dalam 16 besar ekonomi terbesar di dunia, Prabowo mengingatkan bahwa hal ini bukan berarti masalah kemiskinan sudah teratasi. Menurutnya, masih banyak rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan. “Kita merasa bangga bahwa kita diterima di kalangan G20.

Kita merasa bangga bahwa kita disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia, tapi apakah kita sungguh-sungguh paham dan melihat gambaran utuh dari keadaan kita? Apakah kita sadar bahwa kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar? Apakah kita sadar bahwa rakyat kita dan anak-anak kita banyak yang kurang gizi? Banyak rakyat yang tidak dapat pekerjaan yang baik? Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus?”

6. Swasembada pangan dan energi
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi. Bahkan, dia menargetkannya bisa tercapai dalam 4-5 tahun ke depan. “Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli Saya sudah mempelajari bersama pakar-pakar yang membantu saya, saya yakin paling lambat 4-5 tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan kita siap menjadi lumbung pangan dunia.

Kita juga harus swasembada energi. Dalam keadaan ketegangan, dalam keadaan kemungkinan terjadi perang dimana-mana, kita harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek.”

7. Demokrasi santun
Prabowo sempat menyinggung soal demokrasi dalam pidatonya. Dia menuturkan, demokrasi yang cocok dengan sejarah dan budaya Indonesia adalah demokrasi santun. “Demokrasi kita harus demokrasi yang santun. Demokrasi di mana berbeda pendapat harus tanpa permusuhan. Demokrasi di mana mengoreksi harus tanpa caci maki. Bertarung tanpa membenci. Bertanding tanpa berbuat curang. Demokrasi kita harus demokrasi yang menghindari kekerasan, adu domba, hasut-menghasut. Harus yang sejuk, demokrasi yang damai, demokrasi yang menghindari kemunafikan. Hanya dengan persatuan dan kerja sama kita akan mencapai cita-cita para leluhur. Bangsa yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertoraharjo.”

8. Berkomitmen mendukung Palestina
Prabowo mengatakan, Indonesia memililiki prinsip anti penjajahan yang lahir dari sejarah pahit masa kolonial Belanda dan Jepang. Berangkat dari kesamaan nasib inilah, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini, karena itu kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Kita siap mengirim bantuan lebih banyak, kita siap evakuasi mereka yang luka dan anak-anak yang trauma. Kita siapkan semua rumah sakit tentara kita dan rumah sakit lain untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban perang yang tidak adil.”

(NS/Kmps)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini