Oleh : Sutoyo AbadiĀ
KNews.id – Jakarta, Kata kuncinya kekuatan terletak pada kolektivitas para oligarki yang saling bekerjasama dalam mempertahankan sumber daya dan kekuasaannya (Hadiz & Robinson, 2014).
Belum puas menguasai pulau di Nusantara, empat pulau kecil yang selama ini masuk Provinsi Aceh _”Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek, menjadi incaran oligarki melalui tangan kekuasaan budak penguasa oligarki.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ternyata mendukung klaim Gubernur Sumut Bobby Nasution lewat Keputusan Mendagri yang terbit pada 25 April 2025, dugaan kuat tersambung dengan budak oligarki mantan Presiden Jokowi.
Politik pertahanan kekayaan dan kekuasaan yang dilakukan oleh kelompok oligarki dapat dilakukan baik secara individual maupun kolektif dan kekuatan membuat ternak para penguasa
Mereka sangat rakus, nyasar semua sumber daya alam. Ia memiliki tujuan ekonomi dengan menguasai kekuatan politik, begitu ia leluasa menentukan kebijakan ekonominya lewat penguasa untuk pertahanan kekayaan dan kekuasaan lewat budak piaraannya.
Beberapa ciri-ciri dimiliki oleh sistem pemerintahan oligarki :
1. Kekuasaan dipegang atau dikendalikan oleh kelompok kecil. Kelompok kecil ini memiliki uang dan dapat dengan mudah masuk dan mengendalikan pemerintahan dengan uang serta kekayaannya.
2. Terjadi rekayasa untuk menguasai suatu wilayah dengan paksa, ketidaksetaraan dari segi material yang cukup ekstrem, bahkan kemiskinan akan merajalela.
3. Berkaitan erat dengan uang dan kekuasaan. Ternak pejabat dan kekuasaan terjadi di semua level kekuasaan
4. Kekuasaan menjadi kunci melestarikan kekayaan. Semua kebijakan negara harus tunduk dengan oligarki. Terjadi pemandangan setiap hari pejabat negara berlomba lomba mengejar kekayaan menjadi tujuannya dengan mengemis pada oligarki.
Dampak Pemerintahan Oligarki :
1. Hilangnya hak partisipasi warga negara, munculnya ancaman hak partisipasi warga negara. Kaum pribumi terancam akan di musnahkan.
2. Terancamnya kesejahteraan masyarakat akibat kekuasaan sesungguhnya sudah jatuh tangan oligarki dan semua tenggelam, limbung menjadi budaknya.
Penguasa sebagai budak oligarki sudah pada posisi acut, keji, kejam dan sangat mengerikan. Bersamaan kepala negara masih linglung dan limbung untuk melindungi rakyatnya yang sedang dalam kekuasaan penjajah gaya baru.
Kekejaman ini harus dihentikan oligarki jahat harus dimusnahkan dari bumi Indonesia tercinta ini.
Kemerdekaan Negara Republik Indonesia Indonesia yang ditebus dengan perjuangan yang mempertaruhkan darah, nyawa pengorbanan yang tiada tara tidak bisa dan tidak boleh di porak-porandakan oleh segelintir manusia biadab, jahat dan rakus yang bernama oligarki.
(FHD/NRS)





