KNews.id – Jakarta – Puluhan orang pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung mengadukan nasib mereka yang terkatung-katung ke Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (26/5/2026).
Mereka sudah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk membangun dapur akan tetapi tidak kunjung beroperasi.
Diketahui, puluhan pengelola dapur MBG tersebut tergabung dalam yayasan berinisial YSBB dan beberapa yayasan lainnya. Mereka ingin menanyakan kepada BGN apakah yayasan tersebut terverifikasi atau tidak.
Koordinator pengelola dapur MBG Oesep Sarwat mengatakan pihaknya bersama rekan-rekan lainnya sudah mengeluarkan uang banyak untuk biaya sewa tempat, renovasi bangunan untuk dapur MBG. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan kepastian kapan beroperasi termasuk sudah menanyakan kepada yayasan.
“Kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya sewa tempat, renovasi bangunan dan dana koordinasi,” ucap dia belum lama ini di Bandung.
Ia mengatakan sudah setahun pihaknya menanti kepastian. Namun, pihak yayasan diduga mengulur waktu terkait kepastian surat perintah kerja.
“Pengelola dapur dan investor kini mengalami beban mental. Karena, puluhan orang relawan yang direkrut tak henti mempertanyakan kepastian bekerja,” kata dia.
Ia berharap BGN memberikan kelonggaran agar dapur yang sudah dibangun dengan biaya tak sedikit itu ikut diberdayakan. “Kami datang ke sini memohon ada kebijakan BGN agar dapur yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan,” kata dia.
Sementara itu, di tempat terpisah Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri guna menindaklanjuti maraknya kasus dugaan penipuan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (Purn) Sony Sanjaya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026), mengatakan koordinasi ini dilakukan menyusul banyaknya kasus penipuan jual-beli titik SPPG di daerah-daerah.
“Semakin hari banyak informasi yang saya dapatkan tentang korban-korban oknum tersebut. Oleh karena itu, saya perlu mengambil langkah berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri yang juga di dalamnya banyak berkomunikasi dengan polres jajaran,” ucap dia.





