spot_img

Pengangguran Naik, Kadin Tegaskan Komitmen Jaga Industri dan Cipta Lapangan Kerja

KNews.id – Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan bahwa maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) belakangan ini tidak boleh dianggap enteng.

“Kalau saya lihat, PHK memang suatu yang tidak boleh dianggap enteng. Kita mesti jaga, karena itu masalah kelangsungan hidup orang banyak,” kata Anindya saat ditemui di Tempo Scan Tower, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025).

- Advertisement -

Hal yang paling penting, sebut Anindya, pertumbuhan ekonomi tetap terjadi untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Di sisi lain, Kadin juga terus berupaya melakukan diplomasi tarif dagang ke sejumlah negara.

- Advertisement -

“Kita juga harus mencari celah, dan diplomasi tarif dagang ini, saya melihat kalau kita bermainnya pandai, bisa menciptakaan lapangan kerja juga,” ujar Anindya.

Anindya mengatakan, Kadin dan pemerintah berkomitmen melindungi industri lokal dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru.

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah pengangguran di Indonesia pada 2025. Angka pengangguran naik 1,11 persen secara tahunan pada Ferbruari 2025.

Jumlah pengangguran di Indonesia saat ini sudah mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025, atau naik 83.450 orang dibandingkan pada Februari 2024.

Angka pengangguran tersebut merupakan 4,76 persen dari total jumlah angkatan kerja di pasar tenaga kerja Indonesia (153,05 juta orang).

“Sebanyak 7,28 juta orang atau 4,76 persen dari total angkatan kerja pada Februari 2025 merupakan pengangguran (pengangguran naik),” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dikutip pada Senin (5/5/2025).

- Advertisement -

Selain jumlah pengganguran di Indonesia 2025 yang bertambah, menurut data BPS, jumlah angkatan kerja juga naik seiring dengan bertambahnya lulusan sekolah yang siap kerja.

Ramalan naiknya jumlah pengangguran Indonesia juga sudah diungkapkan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam laporan yang dirilis bulan April lalu, lembaga keuangan global itu memperkirakan tingkat pengangguran di Indonesia naik.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2025 yang dirilis bulan lalu, IMF memproyeksikan angka pengangguran di Indonesia mencapai 5,0 persen pada tahun 2025, naik dari 4,9 persen pada tahun sebelumnya.

Pada 2026, angka ini diperkirakan kembali naik menjadi 5,1 persen.

Selain proyeksi tingkat pengangguran naik, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 4,7 persen pada 2025 dan 2026.

Angka ini turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,1 persen yang tercantum dalam laporan edisi Januari 2025.

(NS/KMPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini