KNews.id – Jakarta – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, menilai gelombang serangan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pola yang tidak biasa.
Menurut Amir, serangan di berbagai platform digital seperti Facebook, X, YouTube, Instagram, hingga Threads tampak dilakukan secara sistematis, masif, dan terstruktur.
Dia mengatakan, dalam perspektif intelijen modern, perang opini di ruang digital bukan lagi sekadar perdebatan biasa antarpendukung politik.
Menurutnya, serangan yang dilakukan terus-menerus dengan narasi seragam dan waktu yang hampir bersamaan dapat masuk dalam kategori operasi delegitimasi terhadap kekuasaan politik.
“Kalau lihat polanya, ini bukan sekadar kritik spontan masyarakat. Ada orkestrasi narasi, ada pengulangan isu, ada penggiringan emosi publik, dan ada target utama yaitu menurunkan legitimasi Presiden Prabowo di mata rakyat,” kata Amir Hamzah dalam keterangannya, Kamis (28/5).
Amir menilai salah satu indikator operasi digital terstruktur adalah munculnya isu yang sama secara simultan di banyak platform dalam waktu berdekatan.
Narasi tersebut kemudian diperkuat oleh akun anonim, influencer politik, potongan video pendek, meme, hingga komentar yang membentuk persepsi tertentu.
Dalam dunia intelijen, kata dia, operasi semacam itu dikenal sebagai psychological operation atau psyops digital, yakni perang psikologis yang dilakukan untuk membentuk persepsi publik secara masif.





