KNews.id – Jakarta – Sholat fardhu merupakan ibadah wajib yang terdiri dari lima waktu dalam sehari, yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Sebagai salah satu rukun Islam, setiap muslim berkewajiban untuk menjalankan sholat fardhu serta memahami dengan baik bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya.
Di antara kelima sholat wajib tersebut, sholat Subuh memiliki keutamaan tersendiri meskipun jumlah rakaatnya paling sedikit. Niat ketika sholat pun berbeda saat menjadi imam, makmum maupun sendiri.
Menukil Buku Saku Dirasat Islamiyah susunan KH Mahir M. Sholeh dkk, berikut niat sholat Subuh yang bisa dilafalkan dalam hati.
Niat Sholat Subuh Sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Arab-Latin: “Usholli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Subuh sebagai Imam
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لله تَعَالَى
Arab-Latin: “Usholli fardhos Subhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Subuh sebagai Makmum
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أداءً مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى
Arab-Latin: “Usholli fardhos Subhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muman lillaahi ta’aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”
Arab-Latin: “Usholli fardhos shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardhu Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Subuh
Sholat Subuh dikerjakan sebanyak dua rakaat. Rentang waktunya dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga menjelang matahari terbit. Mengutip buku Praktis Sholat Wajib dan Agenda Kegiatan Harian Anak Muslim, berikut tata cara urutan pelaksanaan sholat Subuh secara lengkap:
Rakaat Pertama
1. Berdiri Tegak dan Menghadap Kiblat
Posisikan tubuh tegak dan arahkan pandangan mata ke tempat sujud.
2. Membaca Niat
Lafalkan niat sholat Subuh di dalam hati sesuai dengan kondisi (sendiri, imam, atau makmum).
3. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan hingga sejajar telinga (untuk laki-laki) atau sejajar dada (untuk perempuan) dengan telapak tangan menghadap kiblat, lalu ucapkan kalimat:
“Allaahu akbar”
4. Bersedekap
Letakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri. Posisikan kedua tangan yang bersedekap di antara pusar dan dada.
5. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbir, disunnahkan membaca doa iftitah:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Arab-Latin: “Alloohu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotan wa’asyiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiina. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sungguh sholatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (orang-orang yang berserah diri).” (HR. Muslim)
6. Membaca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
Arab-Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anʼamta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alai-
him waladh dhaalliin.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
7. Membaca Surah Pendek Al-Qur’an
Setelah Al-Fatihah, bacalah salah satu surah atau ayat Al-Qur’an, contohnya surah Al-Falaq.
8. Rukuk
Ucapkan takbir (“Allaahu Akbar”), lalu membungkukkan badan hingga posisi punggung dan kepala sejajar. Kedua telapak tangan memegang lutut. Baca doa rukuk sebanyak 3 kali:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Arab-Latin: “Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih.” (3x)
Artinya: “Maha suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”
9. I’tidal
Bangkit dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Arab-Latin: Sami’a Allaahu liman hamidah
Lalu dilanjutkan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Arab-Latin: “Rabbana lakal-hamdu mil’us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil’u maa syi’ta min sya’in ba’du.”
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
10. Sujud Pertama
Turun menuju sujud seraya mengucapkan takbir tanpa mengangkat tangan. Sujud dilakukan secara sempurna bertumpu pada 7 anggota tubuh (dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan jemari kedua kaki) serta disertai thuma’ninah. Baca doa sujud sebanyak 3 kali:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Arab-Latin: “Subhanaa Robiyal A’laa Wa Bi Hamdih.” (3x)
Artinya: “Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi dan pujian untuk-Nya.”
11. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud pertama sambil mengucap takbir, lalu duduk iftirasyi (kaki kiri dilipat untuk diduduki dan kaki kanan ditegakkan). Baca doa berikut:
رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
Arab-Latin: “Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku.”
12. Sujud Kedua
Ucapkan takbir dan lakukan sujud kedua dengan gerakan serta bacaan doa yang sama seperti pada sujud pertama.
Rakaat Kedua
13. Bangkit Berdiri untuk Rakaat Kedua
Bangkit dari sujud kedua, duduk istirahat sejenak, lalu berdiri tegak kembali untuk memasuki rakaat kedua sambil mengucap “Allaahu Akbar”.
14. Mengerjakan Gerakan Rakaat Kedua
Ulangi urutan gerakan seperti pada rakaat pertama: membaca Al-Fatihah, membaca surah pendek lain (misalnya surah An-Nas), dilanjutkan rukuk dan i’tidal.
15. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah selesai membaca doa qunut, lanjutkan dengan gerakan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, serta sujud kedua sebagaimana yang dilakukan pada rakaat pertama.
16. Tasyahud Akhir
Karena sholat Subuh hanya terdiri dari dua rakaat, maka tidak ada tasyahud awal. Setelah sujud kedua rakaat kedua, langsung lakukan **duduk tasyahud akhir (tawarruk) dengan menyilangkan kaki kiri di bawah kaki kanan dan menegakkan telapak kaki kanan.
Angkat jari telunjuk tangan kanan saat membaca kalimat syahadat. Berikut bacaan tasyahud akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلَ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Arab-Latin: Attahiyyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatus lillaahi asalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuhu, Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu Allaahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shallaita ‘alaa ibraahiima wa aali ibrahiim, wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarakta ‘alaa ibraahiima wa aali ibraahiim, innaka hamiidum majiid
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, sholawat dan kebaikan-kebaikan diperuntukkan hanya kepada Allah semata. Semoga salam sejahtera, rahmat Allah dan keberkahan-Nya senantiasa terlimpahkan kepadamu wahai Sang Nabi. Semoga salam sejahtera terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang baik. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
17. Salam
Tutup rangkaian sholat Subuh dengan menolehkan wajah ke arah kanan sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warohmatullaah”, kemudian menoleh ke arah kiri dengan mengucapkan kalimat yang sama.
Demikian panduan lengkap niat dan tata cara sholat Subuh yang benar sesuai tuntunan syariat. Semoga dapat membantu menambah kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah harian Anda.






