spot_img

OPM Serang Aparat, Seluruh Nakes dan Guru di Distrik Jila Dievakuasi

KNews.id – Jakarta – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengambil langkah mengevakuasi seluruh tenaga kesehatan (nakes), guru, hingga kepala distrik di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Mereka semua dievakuasi ke Kota Timika.

Evakuasi nakes hingga kepala distrik dilakukan buntut aksi penyerangan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap aparat keamanan. OPM juga menyandera sembilan anak-anak berusia belasan tahun di wilayah tersebut.

- Advertisement -

“Kami mengucapkan duka cita atas korban yang telah jatuh, baik dari pihak TNI maupun masyarakat. Kami telah mengambil langkah, kepala distrik, nakes, dan guru semua sudah kita evakuasi ke kota (Timika),” kata Johannes Rettob kepada awak media di Timika, Rabu (19/8/2026).

Johannes Rettob mengatakan penarikan seluruh pelayan publik tersebut dilakukan demi keselamatan jiwa sembari menunggu situasi keamanan di Distrik Jila kembali kondusif. Johannes menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkoordinasi intensif dengan jajaran aparat keamanan untuk merumuskan langkah taktis pengamanan di Distrik Jila.

- Advertisement -

Mewakili Pemkab Mimika, ia memohon maaf kepada masyarakat lantaran roda pemerintahan dan layanan publik di Distrik Jila lumpuh total akibat teror KKB. Ia juga menyoroti aksi kekerasan ini merupakan insiden kelam lanjutan setelah kejadian serupa yang sempat melanda Distrik Alama beberapa waktu lalu.

“Insiden serius ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di Mimika setelah sebelumnya di Distrik Alama. Pemerintah meminta maaf dan dipastikan tetap memperhatikan masyarakat. Kami berharap situasi segera terselesaikan sehingga aktivitas normal dan pembangunan berjalan lagi,” jelasnya.

9 Perempuan Berusia Belasan Tahun Disandera

Di tempat terpisah, aparat kepolisian memastikan telah mengantongi identitas para warga sipil yang disandera oleh kelompok bersenjata tersebut.

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A Rumbiak, menyebutkan ada sembilan orang warga sipil yang berada di bawah cengkeraman OPM.  Seluruh korban merupakan remaja perempuan.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar ada sembilan orang yang diduga disandera. Rata-rata berusia antara 13 hingga 17 tahun dan seluruhnya berjenis kelamin perempuan,” tegas AKBP Alfredo A Rumbiak saat ditemui di Tembagapura, Mimika, Rabu (19/8/2026).

Hingga saat ini, aparat keamanan gabungan terus bersiaga dan melakukan upaya penanganan terukur guna membebaskan para korban serta memulihkan kondisi keamanan di Distrik Jila.

- Advertisement -

(RD/TBN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini