Jual beli senjata antara RRC dan Saudi sendiri sudah dimulai sejak akhir 1980-an setelah kedua negara mengadakan pertemuan resmi pertama mereka pada 1985. Sejak itu, yakni pada 1990, China-Saudi secara resmi menjalin hubungan.
Umumnya senjata yang dibeli Saudi dari RRC yaitu pesawat nirawak atau drone.
Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, senjata yang pertama kali dibeli Saudi dari RRC yakni rudal nuklir DF-3 pada 1986. Saudi membeli 50 rudal DF-3 itu bersama dengan hulu ledak konvensionalnya.
Pada 2007, Riyadh kembali membeli senjata asal China yakni 54 artileri swagerak PLZ-54. Lalu pada 2014, Saudi membeli lagi lima drone CH-4B dan lebih dari 30 pesawat nirawak jenis Wing Loong-1 dan 2 dalam kurun 2014-2017.
Di Zhuhai Air Show, Saudi lagi-lagi membeli senjata produksi RRC. Kerajaan membeli drone tempur TB001 yang digunakan tentara pembebasan rakyat (PLA) untuk berpatroli di dekat Taiwan tahun ini.




