Senior Vice President Bank Mandiri Dessy Wahyuni mengatakan kerja sama antara pengembang properti dan perbankan sangat dibutuhkan untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki hunian. Apalagi, angka backlog kepemilikan perumahan di Indonesia masih tinggi sehingga melalui kolaborasi strategis ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat dalam mengakses kepemilikan rumah.
“Kami turut berterima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan Kota Podomoro Tenjo dalam penyaluran KPR. Melalui kolaborasi ini kami berharap baik dari sisi pengembang dan perbankan bersama-sama berkontribusi terhadap aksesibilitas kepemilikan rumah di masyarakat,” katanya.
Kebutuhan hunian dengan skema pembayaran KPR masih cukup tinggi. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) pada akhir 2022, banyak bank umum yang menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) baru. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) realisasi penyaluran KPR/KPA yang mencapai 77,9% pada kuartal IV 2022, meningkat dibanding kuartal sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sejak 2019.
“Kebutuhan masyarakat sangat tinggi akan KPR sehingga menurut kami kerja sama antara Agung Podomoro dengan Bank Mandiri sangat tepat. Di samping itu, saya sepakat bahwa langkah ini juga dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. (Ach/Ktn)




