Muslim mengatakan, memunculkan wacana presiden Indonesia orang Jawa merupakan politik identitas.
“Ini tidak lepas peran Jokowi yang selalu mengedepankan pendekatan Jawa dan itu terbawa sampai ke para pembantu dan buzzer-buzzer-nya,” jelas Muslim.
- Advertisement -
Menurut Muslim, polarisasi jawa dan non jawa untuk presiden Indonesia harus dihilangkan agar bangsa ini lebih maju.
“Pertentangan di Pilpres 2024 muncul jawa dan non muslimm membuat kemunduran dalam berdemokrasi,” papar Muslim.






