Kesadaran transendental tersebut merupakan buah hasil “keyakinan atas kepercayaan pada Tuhan YME.,” sebagai dzat maha Pengasih dan Penyayang yang membawa bangsa indonesia mencapai pencerahan tertinggi manusia dalam hidup seimbang dan sempurna.
Kemudian terjadi pemaknaannya akan bergerak dari satu ruang ke ruang lainnya. Adalah api (agni) yang menggambarkan kemanusiaan dengan titik angin (marut) yang menggambarkan “keadilan”. Air bergerak menuju titik tanah yang menggambarkan “persatuan” manusia. Angin dengan air (yamuna) yang menggambarkan “kedaulatan rakyat”.
Dari tanah kembali pada titik api untuk melahirkan makna “keadilan dan kesejahteraan”. Inilah yang dinamakan Pancasila. Ilmu Jala Sutra adalah upaya memahami pancasila sebagai, kesadaran transendental, keyakinan hidup bangsa indonesia yang terbangun dari jalinan erat manusia dengan alam, menggambarkan satu kesatuan bulat dan utuh dari pemahaman metafisis.
Pemahaman metafisis itulah membuat Jala Sutra menjadi sebuah cakrawala yang keluar dari dunia realitas dengan mengubah pola induktif menjadi deduktif melalui jalan abstraksi total, serta membangun ilusi primer bukan ilusi sekunder, tentang masa depan indonesia.





