KNews.id – Jakarta – Minat masyarakat untuk berinvestasi emas terus meningkat, terutama lewat produk emas batangan seperti Antam. Namun di balik tren tersebut, banyak calon investor justru masih bingung harus mulai dari mana. Ada yang takut rugi, ada yang belum paham cara membeli emas yang benar, hingga ikut-ikutan karena takut ketinggalan.
Salah langkah sedikit, bisa-bisa bukan untung yang didapat, melainkan penyesalan. Untuk menghindari hal itu, penting memahami dasar-dasar investasi emas sebelum membeli. Berikut rangkuman lima hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan membeli emas Antam maupun jenis emas lain seperti dikutip dari kanal YouTube Uang Ngalir Terus.
1. Harga Emas Cenderung Naik Saat Krisis
Sejarah menunjukkan emas sering menjadi “tempat berlindung” saat dunia dilanda ketidakpastian ekonomi maupun politik. Dalam berbagai periode krisis, harga emas biasanya melonjak karena banyak orang beralih ke aset aman. Contohnya, saat krisis finansial global 2008, harga emas di Indonesia naik dari sekitar Rp184 ribu per gram (2007) menjadi Rp269 ribu per gram (2008).
Situasi serupa terjadi pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, ketika harga emas sempat menembus kisaran Rp1 juta per gram. Kenaikan ini terjadi karena permintaan meningkat drastis, terutama dari investor besar yang ingin memproteksi kekayaan mereka.
Artinya, memiliki emas sebelum krisis sering kali memberi keuntungan signifikan ketika harga melonjak.
2. Pilih Emas Antam atau Emas Perhiasan?
Ada dua jenis emas yang paling sering dibandingkan emas batangan misalnya Antam, UBS dan emas perhiasan.
• Emas Batangan (Antam/UBS)
– Kadar 99,99 persen atau 24 karat.
– Nilai jual sangat mengikuti harga emas dunia.
– Tidak ada biaya desain.
– Cocok untuk investasi jangka panjang.
• Emas Perhiasan
– Kadar bervariasi: 18K (75 persen), 20K (83,5 persen), 22K (91,6 persen).
– Dicampur logam lain agar kuat dan bisa dibentuk.
– Ada biaya desain dan ongkos pembuatan.
– Nilai jual kembali biasanya lebih rendah dibanding harga beli.
Dari sisi keuntungan, emas batangan umumnya lebih menguntungkan karena memiliki kemurnian lebih tinggi dan selisih jual-beli lebih kecil.
3. Pahami Spread Harga Beli dan Jual
Banyak pemula kaget ketika harga emas naik, tapi mereka belum untung saat dijual.
Penyebabnya adalah selisih harga beli dan harga jual (spread). Pada emas batangan, spread bisa ratusan ribu per gram, tergantung kondisi pasar.
Semakin lama emas disimpan, semakin besar peluang untuk menutup spread tersebut dan meraih keuntungan.
4. Sesuaikan dengan Tujuan Keuangan
Investasi emas cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang, seperti dana darurat besar, persiapan pendidikan, atau proteksi kekayaan.
Jika tujuannya untuk trading cepat atau mencari cuan harian, emas bukan pilihan yang tepat karena sifatnya lebih sebagai penyimpan nilai.
5. Beli di Tempat Resmi dan Simpan Sertifikatnya
Saat ini banyak tempat jual-beli emas, mulai dari butik resmi Antam, toko emas, hingga platform digital. Apa pun pilihannya, pastikan membeli di tempat terpercaya dan simpan sertifikat fisiknya dengan baik. Sertifikat rusak atau hilang bisa mengurangi nilai jual emas.
Investasi emas bisa menjadi langkah cerdas untuk melindungi kekayaan, apalagi jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Memahami sejarah kenaikan harga emas, perbedaan jenis emas, hingga cara membeli yang benar dapat membantu investor terhindar dari kerugian dan penyesalan di kemudian hari.
Jika direncanakan dengan baik, membeli emas Antam bukan hanya aman, tetapi juga bisa menjadi penyelamat finansial saat kondisi ekonomi tidak menentu.





