KNews.id – Jakarta – Puasa Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Puasa ini tidak hanya menjadi ajang untuk menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Banyak umat Islam yang menantikan momen ini untuk mendapatkan pahala yang besar.
Keutamaan puasa Asyura sangat beragam, mulai dari penghapusan dosa hingga mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam pelaksanaannya, puasa ini juga mengingatkan kita akan peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti penyelamatan Nabi Musa AS dari Fir’aun.
Dengan memahami makna di balik puasa Asyura, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang kapan puasa Asyura 2025 dilaksanakan, keutamaan puasa Asyura, tata cara niat, dan amalan sunnah yang dianjurkan di hari tersebut. Mari kita simak lebih lanjut agar dapat menjalankan puasa Asyura dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Kapan Puasa Asyura Dilaksanakan pada 2025?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, tanggal-tanggal penting di bulan Muharram 1447 H adalah sebagai berikut:
- 1 Muharram 1447 H: Jumat, 27 Juni 2025
- 9 Muharram 1447 H (Puasa Tasu’a): Sabtu, 5 Juli 2025
- 10 Muharram 1447 H (Puasa Asyura): Minggu, 6 Juli 2025
Dengan demikian, Puasa Asyura tahun 2025 dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Juli 2025, dan sangat dianjurkan untuk mendahuluinya dengan puasa Tasu’a pada hari Sabtu, 5 Juli 2025.
Puasa Asyura memiliki beberapa keutamaan penting yang patut diketahui oleh umat Islam:
- Penghapus Dosa: Puasa Asyura dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan sepanjang tahun sebelumnya. Namun, pengampunan ini tidak berlaku untuk dosa-dosa besar; taubat nasuha tetap diperlukan.
- Puasa Terbaik Setelah Ramadhan:Dalam hadits riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa puasa pada hari Asyura adalah puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadhan.“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram.”(HR. Muslim no. 1163)
- Pahala yang Besar: Para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebut bahwa pahala puasa Asyura termasuk sangat besar di sisi Allah SWT.
- Mengikuti Sunnah Nabi: Rasulullah SAW melaksanakan puasa Asyura dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya, sehingga melaksanakan puasa ini merupakan bentuk mengikuti teladan Nabi.
- Menghormati Peristiwa Penting: Puasa Asyura juga dikaitkan dengan peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti penyelamatan Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil dari Fir’aun. “Hari ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa. Maka aku pun berpuasa.”(HR. Bukhari no. 2004, Muslim no. 1130)
Selain berpuasa, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari Asyura:
- Membaca Al-Quran dan memperbanyak dzikir. Hari Asyura menjadi kesempatan yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan tilawah dan zikir.
- Bersedekah dan berbagi makanan kepada sesama, terutama kepada fakir miskin dan anak yatim. Banyak ulama menyebut bersedekah di hari Asyura termasuk amalan yang dianjurkan (I’anatut Thalibin).
- Shalat sunnah, seperti shalat tahajud atau shalat dhuha.
- Berbuat baik kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang di sekitar kita. Diriwayatkan bahwa barang siapa yang melapangkan nafkah kepada keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun. (HR. Al-Baihaqi)
Niat puasa Asyura merupakan rukun terpenting. Niat ini dibaca pada malam hari sebelum sahur. Lafadz niat yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالٰى
‘Nawaitu shauma ghadin ‘an ad’i sunnatil ‘asyr lillahi ta’ala’
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”
Keikhlasan niat sangat penting dalam menjalankan ibadah ini. Dengan niat yang tulus, kita berharap dapat meraih keutamaan puasa Asyura.
Sunnah Menyempurnakan Puasa Asyura
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan agar berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) untuk menyelisihi kebiasaan orang Yahudi, serta dianjurkan pula menambahkan puasa 11 Muharram.
“Jika aku masih hidup tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (Tasu’a).”(HR. Muslim no. 1134)
Apa itu puasa Asyura dalam Islam?
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharram untuk mengenang peristiwa keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Puasa ini dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.
Kapan waktu pelaksanaan puasa Asyura 2025 di Indonesia?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kemenag RI, puasa Asyura jatuh pada Minggu, 6 Juli 2025. Umat Islam dianjurkan juga berpuasa pada 9 Muharram (Tasu’a), yaitu Sabtu, 5 Juli 2025.
Apa keutamaan puasa Asyura menurut hadits?
Keutamaan puasa Asyura antara lain adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Muslim.
Apa niat puasa Asyura yang benar?
Lafadz niat puasa Asyura:“Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati ‘Asyura lillahi ta‘ala”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”
Apakah puasa Asyura harus dilakukan berurutan dengan Tasu’a dan 11 Muharram?
Tidak wajib, tetapi sangat disunnahkan. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar umat Islam berpuasa pada 9 dan 10 Muharram, atau 10 dan 11 Muharram, agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari ke-10 saja.




