KNews.id – Jakarta – Komisi IX DPR RI menargetkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dapat dituntaskan pada Oktober 2026. Selain agenda legislasi tersebut, Komisi IX juga akan mengawal arah kebijakan APBN 2027 agar memberikan perhatian terhadap penguatan sektor kesehatan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mengatakan, Panitia Kerja (Panja) RUU Ketenagakerjaan di Komisi IX terus memastikan seluruh tahapan pembahasan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan Oktober kita sudah punya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru,” ujar Netty kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).
Netty menjelaskan, setelah pembahasan di Komisi IX, RUU Ketenagakerjaan akan melalui proses harmonisasi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI. Selanjutnya, RUU tersebut ditetapkan sebagai RUU Inisiatif DPR RI sebelum dilanjutkan ke tahapan pembahasan bersama pemerintah.
Menurut Netty, percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan menjadi salah satu agenda yang akan dikawal Komisi IX pada masa persidangan ini. Di luar agenda legislasi, Netry menyambut baik arah kebijakan APBN 2027 yang dinilainya memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penguatan layanan kesehatan primer melalui rencana renovasi 10.000 puskesmas serta penguatan fasilitas rumah sakit, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Ini merupakan kabar baik buat kita agar kualitas layanan kesehatan kita semakin baik. Namun tentu saja kita juga ingin mengimbau masyarakat agar tidak hanya meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit, tapi juga membangun kesadaran bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.
Legislator PKS itu menilai pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan fasilitas dan layanan kuratif. Upaya promotif dan preventif, kata dia, juga perlu diperkuat melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, aktif bergerak, serta lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman.
Ia menilai penguatan layanan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini. Netty juga mendukung langkah Kementerian Kesehatan yang melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kesehatan jiwa bagi peserta internship dokter di berbagai wahana pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, kondisi kesehatan para dokter muda perlu menjadi perhatian karena mereka akan menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kita ingin dokter-dokter muda kita adalah dokter-dokter yang sehat, sehat secara fisik dan sehat juga secara mentalitas, sehingga mereka menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Netty berharap agenda legislasi dan pengawasan anggaran yang dikawal Komisi IX dapat berjalan beriringan. Dia menilai percepatan pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan penguatan sektor kesehatan melalui APBN 2027 sama-sama berkaitan dengan upaya negara memberikan perlindungan, kepastian, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.






