“Pertumbuhan produksi premi bruto tersebut per September 2022, produk asuransi marine hull Rp180 juta atau naik 0,2%, properti sebesar Rp6 miliar atau 6%, varia Rp11,6 miliar atau 27%, asuransi kendaraan sebesar Rp7 miliar atau sebesar 18%,” ucap Widodo Rabu, 28 Desember 2022.
Meski begitu, perusahaan juga mencatatkan penurunan pada produk asuransi cargo sebesar Rp832 juta atau menurun 5% dan asuransi engineering sebesar Rp8 juta atau menurun sebesar 1%.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa klaim netto mengalami peningkatan sebesar 31,4% terutama didukung oleh jenis asuransi kendaraan bermotor dan marine hull, sehingga klaim netto yang dicatatkan per September 2022 mencapai Rp59,83 miliar.




