spot_img

Kenali Penyakit Ain dalam Islam: Ciri-ciri, Cara Mencegah, dan Doa Perlindungannya

KNews.id – Jakarta – Islam meyakini adanya suatu penyakit yang tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan pengidapnya. Penyakit ini disebut dengan penyakit ain. Penyakit air bermula dari pandangan yang menyebabkan rasa kagum tanpa menyebut nama Allah SWT, atau pandangan iri dengki dari seseorang.

Sebagai umat Islam, penting untuk kita mengenal secara mendalam mengenai penyakit ain agar terhindari dari penyakit tersebut

- Advertisement -

Pengertian Penyakit Ain

Dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Ruqyah karya Iding Sanus, secara bahasa ain merupakan bentuk dari kata عَانَ – يَعِينُ – عينًا yang berarti melihat. Dikatakan عان الرجل بعينه yaitu, seorang laki-laki memandang dan pandangannya menjadi musibah bagi dirinya. Seseorang yang melihat disebut dengan ain, sementara yang dilihat (korban) disebut dengan ma’in atau ma’yun.

Sedangkan secara istilah, ain adalah pandangan mata yang bercampur dengan hasad dari jiwa yang buruk dan bisa menyebabkan kerusakan pada sesuatu yang dilihatnya.

- Advertisement -

Imam Ibnul Qayyim mengatakan ain adalah penyakit yang berasal dari jiwa seseorang yang dengki melalui pandangan matanya. Seseorang yang memandang terkadang menyebabkan dampak dan terkadang tidak menimbulkan dampak bagi orang yang dilihatnya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda mengenai nyatanya penyakit ain:

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتَغْسَلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Artinya: “Ain adalah nyata, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir niscaya Ain-lah yang mendahuluinya, dan apabila kalian diminta mandi, maka mandilah.” (HR Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

- Advertisement -

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar)’.” (HR Ahmad dan Al-Hakim)

Ciri-ciri Terkena Penyakit Ain

Masih merujuk pada sumber sebelumnya, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz As-Sadhan menyebutkan tanda-tanda ain jika bukan karena penyakit jasmani (medis), antara lain sebagai berikut:

  1. Sakit kepala yang berpindah-pindah
  2. Wajah pucat
  3. Sering berkeringat dan buang air kecil
  4. Nafsu makan melemah
  5. Mati rasa, panas atau dingin di anggota badan
  6. Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan
  7. Rasa sakit yang berpindah dari dari bawah punggung dan bahu
  8. Bersedih dan merasa sesak di dada
  9. Berkeringat pada malam hari, emosi berlebihan, ketakutan yang tidak wajar
  10. Sering bersendawa, menguap, atau terengah-engah
  11. Suka menyendiri
  12. Malas bergerak
  13. Terlalu banyak tidur
  14. Adanya masalah kesehatan tanpa sebab medis yang diketahui

Cara Mencegah Penyakit Ain

Dinukil dari Hishnul Muslim Min Adzkaaril Kitab Was Sunnah karya Syaikh bin Ali bin Wahf al-Qathani yang diterjemahkan oleh Fedrian Hasmand, berikut beberapa cara mencegah ain:

  1. Membentengi diri dengan zikir, doa, ta’awwudz (bacaan perlindungan) lainnya.
  2. Mendoakan keberkahan bagi orang yang dikhawatirkan terkena ain. Berikut bacaan doanya:

مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ

Mā syā’allāhu lā quwwata illā billāh. Allāhumma bārik ‘alaih.

Artinya: “(Inilah) apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia.”

3. Tidak menunjukkan apa pun yang dapat menimbulkan kekaguman orang yang tatapannya dikhawatirkan menimbulkan penyakit ain.

Doa agar Terhindar dari Penyakit Ain

Dikutip dari buku Thibbun Nabawi: Tinjauan Syari’at dan Medis karya M. Saifudin Hakim dan Siti aisyah Ismail, salah satu cara mencegah penyakit ain adalah dengan berdoa kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW membacakan doa kepada Hasan dan Husain:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Artinya: “Nabi SAW berdoa dengan doa perlindungan untuk Hasan dan Husain, Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (HR Abu Dawud)

Doa yang dimaksud adalah:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ

A’udzu bikalimātillāhit-tāmmāti min kulli syaithānin wa hāmmah wa min kulli ‘ainin lāmmah.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.”

(RD/DTH)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini