KNews.id – Jakarta – Overthinking adalah memikirkan atau mempertimbangkan sesuatu secara berlebihan atau berulang-ulang. Tipe overthinking pun beragam seperti disampaikan dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater Eva Suryani. Ada tipe orang yang overthinking akan masa lalu, masa depan, mengkritisi diri sendiri, people pleaser atau menyenangkan orang lain.
Lalu, ada juga tipe orang yang overthinking dalam merencanakan segala sesuatu. “Overplaner begitu ya, jadi dia mau mengerjakan sesuatu itu perfect (sempurna), kalau enggak perfect itu bisa kepikiran,” kata Eva.
Berbicara tentang sempurna, faktanya dalam kehidupan ini kadang ada hal yang tidak bisa dikendalikan atau di luar kendali manusia.
“Sebenarnya perfect itu ilusi, yang bisa kita lakukan adalah do your best atau lakukan yang terbaik. Jadi, jangan belum mulai sudah harus sempurna,” pesan Eva ditemui di Kantor KLY Jakarta beberapa waktu lalu.
Jika Anda termasuk salah satu dari tipe overthinking di atas, berikut saran Eva agar lebih tenang kala pikiran tersebut datang:
1. Berlatih Mindfulness
Mindfulness tidak selalu harus dilakukan lewat meditasi panjang. Salah satu cara mindfulness adalah menyadari apa yang terjadi dalam diri dan sekitar kita, bukan berjalan “auto-pilot”.
Lalu, menerima diri apa adanya. Bila memang ingin memiliki suatu skil maka sadar juga bahwa untuk memiliki skill tersebut perlu berlatih dan berlatih alias ada prosesnya.
2. Tuliskan Kekhawatiran
“Coba ditulis apa saja yang dikhawatirkan. Lalu cek, mana yang dikhawatirkan dan ternyata tidak terbukti sama sekali,” kata Eva.
3. Fokus Pada Saat Ini
Overthinking akan kejadian di masa lalu atau di masa depan akan membuat seseorang jadi tidak fokus pada masa sekarang atau saat ini. Padahal saat ini adalah suatu kondisi yang tidak bisa diulang kembali.
“Kalau terlalu memikirkan masa depan, masa sekarang jadinya lewat ini, padahal kan saat ini enggak bisa dibalik mundur lagi ya,” kata Eva.



