spot_img

Kemenag Cari “Pejuang Zakat” untuk Baznas, Gaji Ketua Rp 31 Juta/Bulan

KNews.id – Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan pembentukan panitia seleksi (pansel) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk periode 2025-2030. Kepada para calon pelamar, pemerintah nitip pesan soal peran zakat membantu program pemerintah. Khususnya pengentasan kemiskinan.

Untuk diketahui, jumlah Komisioner Baznas di tingkat pusat terdiri dari sebelas orang. Sebanyak delapan orang di antaranya adalah unsur masyarakat. Tiga lainnya adalah unsur pemerintah dari Kemenag, Kemenkeu, dan Kemendagri.

- Advertisement -

Para komisioner Baznas akan mendapatkan gaji yang cukup besar. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 104/2020, diatur gaji Ketua Baznas Rp 31,460 juta/bulan. Kemudian untuk Wakil Ketua Baznas sebesar Rp 27 jutaan dan anggota Baznas sebesar Rp 24 jutaan per bulan.

“Untuk Baznas di tingkat daerah, provinsi, dan kabupaten atau kota tidak diatur di PP itu,” kata Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghofur di sela sosialisasi Peraturan Menteri Agama (PMA) 10/2025 tentang Seleksi Calon Anggota Baznas tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota di Jakarta (13/8). Dia menegaskan bahwa proses seleksi komisioner Baznas di semua level dilaksanakan secara transparan serta akuntabel.

- Advertisement -

Dia menegaskan pengelolaan zakat mempunyai tanggung jawab besar. Karena tidak hanya terkait dengan aturan hukum formal di Indonesia, tetapi juga hukum agama. “Karena tanggung jawabnya besar, maka gajinya besar,” tambahnya lantas tersenyum.

Waryono menegaskan Pansel Komisioner Baznas akan mencari sosok yang tangguh. Khususnya untuk menggalang zakat dan mendistribusikannya. Dia mengatakan target penghimpunan zakat secara nasional tahun ini adalah Rp 51 triliun. Maka sosok komisioner Baznas harus memiliki strategi untuk penghimpunan zakat.

Dia menyampaikan aspek penyaluran zakat juga penting. Waryono mengatakan secara spesifik zakat memang tidak tertulis untuk membantu program pemerintah. Namun dia mengatakan dana zakat yang terkumpul bisa digunakan untuk mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan salah satu tahapan seleksi komisioner Baznas adalah tes berbasis komputer dan wawancara. Nanti dalam pertanyaannya akan disisipkan beberapa program pemerintah yang bersinggungan dengan zakat. “Seperti asta cita Presiden Prabowo dan lainnya,” katanya.

Abu menegaskan tidak ada permainan atau pat gulipat dalam seleksi komisioner Baznas. Nama-nama yang masuk nanti juga akan dipublikasi. Supaya masyarakat bisa ikut memantau nama-nama yang masuk.

(NS/JWPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini