Kembali, Raja Salman Buka Pintu untuk Para Turis Asing, Indonesia Masuk?

KNews.id- Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk kembali membuka perbatasan kepada turis asing yang mau memasuki negara itu mulai Ahad, (1/8). Bahkan, dalam pembukaan ini Negeri Raja Salman itu tidak mewajibkan pelancong yang masuk untuk karantina. Mengutip France24, dalam memberikan izin ini ada beberapa persyaratan yang diperlukan untuk dapat masuk mulai dari hasil PCR dan sertifikat vaksinasi.

“Kementerian Pariwisata mengumumkan bahwa Kerajaan akan membuka pintunya bagi turis asing, dan mencabut… penangguhan masuk bagi pemegang visa turis, mulai 1 Agustus,” lapor Saudi Press Agency.

Untuk syarat vaksinasi, pemerintah Saudi mengatakan para pelancong yang divaksinasi penuh dengan vaksin corona yang disetujui Saudi seperti Pfizer, AstraZeneca, Moderna atau Johnson & Johnson dapat memasuki kerajaan tanpa perlu periode karantina institusional. Sementara itu, sebelum memasuki negara itu, pelancong diwajibkan membawa hasil PCR yang dilakukan maksimal 72 jam sebelum kedatangan.

Namun dalam pengumuman itu, pihak Riyadh tidak merinci secara pasti mengenai izin masuk untuk ibadah Umrah. Selain itu, tidak dijelaskan juga mengenai izin untuk kedatangan dari Indonesia.

Pekan lalu, akun Twitter informasi wilayah Tanah Suci, Haramain Sharifain, menyebutkan bahwa kedatangan dari beberapa negara akan diizinkan. Namun terkhusus yang datang dari 9 negara, termasuk Indonesia, akan diizinkan masuk setelah menjalani masa karantina di negara ketiga.

“Semua negara diizinkan mengoperasikan penerbangan langsung ke Saudi kecuali dari sembilan negara yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon yang diwajibkan melakukan karantina selama 14 hari di negara ketiga sebelum memasuki Saudi,” tulis pernyataan yang dicantumkan akun Twitter @hsharifain dikutip Senin (26/7).

Selain itu, sempat disebutkan juga bahwa ada kewajiban vaksin teruntuk pendatang yang akan tiba di Saudi. Otoritas Negeri Raja Salman dikatakan memberlakukan beberapa persyaratan.

Baca Juga   Video Lama Beredar, KH Said Aqil Mengatakan Goblok kepada Muhammadiyah

“Wajib telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin Covid-19 besutan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.”

“Selain itu, untuk yang mendapatkan dosis penuh vaksin China (Sinovac atau Sinopharm) diwajibkan menambah suntikan booster dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson,” tambah pernyataan itu.

Arab Saudi sendiri telah melarang penerbangan asal Indonesia sejak Februari 2021. Negeri kaya minyak itu ketat membendung kasus Covid-19, di antaranya dengan membatasi kuota haji 2021 menjadi 6.000 orang dari biasanya 2 hingga 2,5 juta manusia. (Ade/cnbc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email