spot_img
Senin, Desember 8, 2025
spot_img
spot_img

Kapolri Kumpulkan Kapolda-Kapolres di Cikeas untuk Doktrinasi Ulang Peran dan Tugas Polisi

KNews.id – Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumpulkan seluruh kepala kepolisian daerah (Kapolda), sampai Kapolres di Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (24/11/2025).  Jenderal Sigit memerintahkan seluruh kepala kepolisian di daerah memastikan transformasi untuk perbaikan Polri dengan melakukan doktrinasi ulang kepada semua anggota untuk memurnikan peran dan fungsi pokok kepolisian bagi masyarakat.

Kapolri menegaskan seluruh anggota Polri harus teguh sebagai alat negara untuk hanya melakukan penegakan hukum, pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat.

- Advertisement -

“Kami mengumpulkan para Kapolda, para Kapolres dan kita tempatkan mereka di dalam tenda-tenda. Dan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas internal, kekompakan, dan utamanya bagaimana kita melakukan review, dan penanaman ulang doktrin-doktrin tribrata dan catur prasetya Polri,” kata Jenderal Sigit saat memimpin Apel Kasatwil Polri 2025 di Cekas, Bogor, Senin (24/11/2025).

“Yang utama, tentunya tugas dari Polri adalah, sebagai pelaksana alat negara di bidang penegakan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terhadap keamanan masyarakat di dalam negeri,” ujar Kapolri.

- Advertisement -

Jenderal Sigit menegaskan, doktrin ulang atas peran dan tugas pokok terhadap anggota-anggota kepolisian menyusul desakan publik yang selama ini menuntut Polri untuk berbenah.

Pun perintah Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri yang memerintahkan agar Polri berbenah.

Kapolri mengatakan, salah satu yang menjadi topik masalah pembenahan Polri dalam Apel Kasatwil yaitu menyangkut soal penanganan aksi-aksi demonstrasi dan unjuk rasa, dan penyampaian pendapat. Selama ini Polri kerap menjadi sasaran amarah publik atas respons penindakan yang dinilai berlebihan.

Dalam Apel Kasatwil tahun ini, kata Kapolri, agar Polri dapat menjadi personel-personel yang melayani para demonstran, maupun pengunjuk rasa di jalanan.

“Kita ingin mencari model-model untuk penanganan aksi, khususnya kebebasan mengeluarkan pendapat dan juga bagaimana kita membedakan antara upaya kita dan mengubah doktrin kita dari yang tadinya menjaga menjadi melayani, khusus untuk saudara-saudara kita yang melakukan atau menjalankan haknya yang diatur dalam kebebasan mengeluarkan pendapat,” ujar Kapolri.

Dalam pencarian model-model baru tersebut, Kapolri mengundang Kepolisian Hongkong untuk menyampaikan konsep-konsep penanganan baru untuk Polri menghadapi aksi-aksi demonstrasi.

- Advertisement -

Selain itu, kata Kapolri, dalam Apel Kasatwil 2025 juga membahas tentang konsep-konsep baru terkait kerusuhan dalam aksi-aksi unjuk rasa.

“Di satu sisi kita juga tentunya memiliki konsep dalam menghadapi rusuh masa yang tentunya apabila ini tidak kita kendalikan tentunya akan berdampak terhadap stabilitas kamtibmas, berdampak kepada terganggunya fasilitas-fasilitas publik, sektor-sektor ekonomi yang lain yang tentunya harus kita jaga. Ini bagian yang tentu kita jadikan evaluasi,” kata Kapolri.

(NS/RPB)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini