Terkait sosok yang intervensi narasumber, Refly mengungkap jawabannya ada dua.
“Siapa yang intervensi itu? maka jawabannya ada dua, satu karena tekanan dan dua pertemanan, nah diduga tekanan dan pertemenan menjadi sosok yang intervensi narasumber,” ungkapnya.
- Advertisement -
Advokat ini juga menyebut bahwa keduanya sangat buruk bagi alam demokrasi di Indonesia.
“Buruk bagi demokrasi di Indonesia, karena tak siap mendengar perspektif lain,” ucapnya.
- Advertisement -
Refly pun menyayangkan institusi atau lembaga tersebut mau diatur-atur oleh yang berkepentingan.






