“Ambisi dari kepemimpinannya akan beresiko, membekas – meninggalkan bekas baik atau buruk. Akan dikenang oleh manusia sebagai pahlawan atau pecundang semua alamiah tidak akan bisa di rekayasa. Mungkin saja bisa dipermak seperti mengkilap saat masih berkuasa, saatnya tiba semua akan kembali kepada warna asalnya hitam atau putih,” tegas Sutoyo.
Sutoyo mengatakan, dugaan ijazah palsu, kebohongan-kebohongan mulai terbongkar satu persatu bahkan hampir habis terkuak, tidak ada lagi ruang atau tempat pencitraan.
“Semua diingat dan dicatat oleh rakyat Indonesia. Pada gilirannya tentu “magma” amarah ini tidak bisa ditahan dan terjadinya revolusi sosial,” paparnya.
Terbongkarnya “borok “ Polri sebagai lembaga superbody dengan kasus Sambo, Teddy Minahasa, dan tragedi Kanjuruhan, aparat kepolisian penjual narkotika, sikap dan perilaku yang cenderung “kelewat batas”.Terseret masuk menjadi bagian dari oligarki sebagai alat politik penguasa.






