Tampak berbeda saat AS melayani kepala negara ASEAN dengan penyambutan protokoler resmi. Kondisi ini terbaca oleh semua negara dan sangat memalukan. Saat ini IMF melarang cetak uang, dan Indonesia kesulitan / megap megap mengatasi likuiditas APBN.
Saat bersama AS dan China tidak akan membantu problem ekonomi dan krisis keuangan Indonesia. Kondisi ini pasti akan ada “cross” terjadinya krisi politik dan ekonomi dalam waktu dekat. Langsung atau tidak langsung kondisi ini akan menjadi ancaman Jokowi bisa jatuh lebih cepat di ahir 2022 atau awal 2023.
Terpantau beberapa pejabat negara terus memberikan sinyal bahwa Indonesia akan masuk pada cuaca gelap ditahun 2023. Realitas kondisi Indonesia masuk pada posisi paling lemah akibat pertemuan antara tekanan politik dan krisis ekonomi, sangat besar kemungkinannya menjadi faktor dominan jatuhnya rezim Jokowi.





