KNews.id – Jakarta – Bulu mata panjang dan lentik kerap dianggap dapat membuat mata terlihat lebih tegas. Tak heran, maskara, serum bulu mata, hingga ekstensi menjadi pilihan untuk mendapatkan tampilan tersebut.
Namun, keinginan memiliki bulu mata yang lebih panjang terkadang membuat seseorang lupa bahwa helaian kecil di sekitar mata tersebut juga perlu dirawat. Beberapa kebiasaan dalam rutinitas kecantikan justru dapat membuat bulu mata lebih mudah patah atau rontok.
Melansir Essence, pendiri dan CEO LaFarra & Co. Dr. LaFarra, mengatakan bulu mata tidak hanya berperan dalam menunjang penampilan. Bulu mata juga membantu melindungi mata dari debu dan kotoran.
“Bulu mata kita jauh lebih dari sekadar apa yang terlihat, sehingga harus mendapat perhatian utama dalam rutinitas perawatan diri,” kata LaFarra.
Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari jika ingin menjaga bulu mata tetap sehat?
1. Terlalu Sering Membebani Bulu Mata
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan ekstensi bulu mata. Meski dapat memberikan efek panjang dan bervolume secara instan, pemasangan ekstensi yang terlalu berat dapat memberikan tarikan pada bulu mata alami.
LaFarra menyarankan untuk menghindari tarikan berlebih pada bulu mata alami akibat penggunaan ekstensi yang berat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan bulu mata rontok dan bahkan menimbulkan jaringan parut di sekitar folikel.
Sumber informasi medis dari American Academy of Ophthalmology menyebut, ekstensi bulu mata berkaitan dengan sejumlah gangguan pada area mata, termasuk iritasi, reaksi alergi, dan traction alopecia atau kerontokan akibat tarikan. Artinya, semakin panjang atau tebal hasil yang diinginkan bukan berarti semakin baik untuk kondisi bulu mata alami.
2. Kurangi Maskara dan Lem Bulu Mata
Maskara memang menjadi cara praktis untuk membuat bulu mata tampak lebih panjang dan tebal. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan terus-menerus.
“Penggunaan maskara dalam jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebih yang dapat memicu infeksi di sekitar mata,” jelasnya.
Ia juga mengatakan kandungan tertentu dalam maskara dapat menyebabkan iritasi atau alergi yang membuat bulu mata menjadi rapuh. Selain maskara, penggunaan lem atau perekat di sekitar garis bulu mata juga perlu diperhatikan. Menurut LaFarra, perekat yang terlalu lengket dapat membuat bulu mata tertarik dari folikelnya. Bahan tersebut juga berpotensi mengiritasi area mata.
Disadur dalam Essence, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga mengingatkan bahwa kelopak mata merupakan area yang sensitif. Jika menggunakan bulu mata palsu atau ekstensi, konsumen dianjurkan memperhatikan kandungan perekat dan menghentikan penggunaan produk jika menimbulkan iritasi.
3. Kasar Saat Menghapus Makeup
Kebiasaan lain yang sering luput diperhatikan adalah cara menghapus makeup mata. Menggosok area mata terlalu kuat ketika membersihkan maskara justru dapat memberikan tekanan pada helaian bulu mata dan kulit di sekitarnya.
LaFarra menyarankan penggunaan pembersih makeup berbahan dasar minyak untuk membantu meluruhkan makeup tahan air. Minyak dapat dipijat secara perlahan pada bulu mata hingga produk lebih mudah dibersihkan sehingga seseorang tidak perlu menggosoknya dengan keras. Hal serupa disampaikan dokter mata Nicole Bajic, MD. “
Menggosok bulu mata untuk menghapus makeup dapat membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan,” kara Bajic. Selain itu, jangan lupa memperhatikan kebiasaan dasar seperti tidur cukup dan menjaga hidrasi.
LaFarra menyebut kedua hal tersebut dapat membantu memberikan nutrisi yang dibutuhkan bulu mata untuk tumbuh. Ia juga menyarankan serum bulu mata sebagai salah satu pilihan perawatan, dengan catatan pengguna perlu memperhatikan kandungannya.
Pada dasarnya, bulu mata memang akan mengalami siklus tumbuh dan rontok secara alami. Cleveland Clinic menyebut kehilangan sekitar satu hingga lima helai bulu mata per hari masih dapat dianggap normal.
Namun, jika bulu mata menipis atau rontok dalam jumlah banyak, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sekadar persoalan kecantikan dan perlu diperiksa lebih lanjut.






