spot_img
Selasa, Januari 13, 2026
spot_img
spot_img

Isra Miraj: Kisah Spiritualitas Nabi Muhammad dan Pelajaran untuk Umat

KNews.id – Jakarta – Peristiwa penting dalam sejarah Islam menyimpan kisah spiritual yang sarat makna bagi umat Muslim. Salah satu momen agung tersebut adalah perjalanan Isra Miraj, yang menunjukkan kebesaran Allah SWT sekaligus keistimewaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Melalui perjalanan Isra Miraj, umat Islam diajak merenungi nilai keimanan, ketaatan, serta pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT. Kisah ini tidak hanya menjadi peristiwa luar biasa, tetapi juga sumber pelajaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -

Hingga kini, perjalanan Isra Miraj terus diperingati sebagai pengingat akan kekuatan iman dan kewajiban menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran. Makna spiritualnya tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

Merangkum dari berbagai sumber tentang perjalanan Isra Miraj, Minggu (11/1/2026).

- Advertisement -

Perjalanan Isra Miraj

Sebelum perjalanan Isra Miraj dimulai, Nabi Muhammad SAW mengalami pembersihan hati sebagai persiapan spiritual. Malaikat Jibril dan Mikail membersihkan hati beliau dengan air zamzam dan mengisinya dengan iman serta hikmah.

Perjalanan Isra berlangsung dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dengan menunggangi Buraq. Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW memimpin salat bersama para nabi terdahulu dan memilih susu sebagai simbol kesucian dan fitrah.

Mengutip buku berjudul Jejak Cahaya dalam Dunia Perjalanan EAS (2025) oleh Euis Ani Supriatni, pada langit pertama Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam. Mengapa Nabi Adam? Nabi Adam adalah nabi pertama yang langsung mendapat pengajaran tentang dunia dari Allah SWT. Hal ini memiliki simbol bahwa manusia harus mengetahui: Kita ini siapa? Berasal dari mana dan hendak ke mana? Atau dengan kata lain, sebagai manusia, kita harus mempunyai visi dan tujuan dalam menjalankan hidup ini.

Pada langit kedua, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Mengapa harus Yahya dan Nabi Isa? Seperti yang kita pahami bahwa mereka adalah nabi yang meninggal di usia muda. Kedua nabi ini memiliki semangat dan ambisi yang kuat dalam menjalankan semua perintah dari Allah SWT. Selain itu, mereka sanggup mengorbankan jiwa raga termasuk nyawanya demi kepatuhan memegang ajaran yang diberikan oleh Allah SWT.

Pada langit ketiga, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Yusuf. Dari silsilah Nabi Yusuf, kita mengetahui bahwa ia adalah orang yang suka bekerja keras, pantang menyerah, dan tidak putus asa. Sehingga apapun ujian yang diberikan Allah SWT padanya, ia terima dengan ikhlas.

Pada langit keempat, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Idris. Nabi Idris adalah Nabi yang paling cerdas dan pintar. Sejumlah sumber mengatakan bahwa Nabi Idris adalah filsuf pertama yang ada di dunia. Nabi Idris menyimbolkan kecerdasan dalam menggunakan akal dan budi.

- Advertisement -

Pada langit kelima, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun. Nabi Harun adalah nabi yang menemani Nabi Musa dalam menjalankan misi dakwah pada umatnya. Nabi Harun adalah orang yang pandai beretorika, berkomunikasi, serta berakhlak mulia.

Pada langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa. Nabi Musa adalah nabi yang paling berani, tangguh, dan sangat peduli terhadap kaum lemah yang tertindas. Nabi Musa yang memprovokasi kepada Nabi Muhammad, untuk menawar jumlah salat yang awalnya 50 waktu menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Pada langit yang terakhir adalah di langit ketujuh, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim. Ia menyimbolkan sifat tawakal, istiqamah, dan pasrah dengan segala keputusan yang diberikan Allah SWT. Hal ini tergambarkan dengan keikhlasan untuk menyembelih putranya. Nabi Ismail karena perintah Allah SWT. Itulah ringkasan dari makna Isra Mikraj ketiga.

Waktu dan Konteks Historis perjalanan Isra Miraj

Peristiwa perjalanan Isra Miraj terjadi pada masa akhir kenabian Nabi Muhammad SAW di Makkah, sebelum beliau melaksanakan hijrah ke Madinah. Meskipun tidak ada kesepakatan mutlak mengenai tanggal pastinya, pendapat yang paling banyak dikenal menyebutkan bahwa Isra Miraj berlangsung pada malam 27 Rajab.

Beberapa ulama berpendapat peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 atau ke-11 kenabian, yang diperkirakan sekitar tahun 620–621 Masehi. Secara historis, perjalanan Isra Miraj berlangsung setelah Nabi Muhammad SAW melewati masa yang sangat berat, yang dikenal sebagai Tahun Kesedihan atau ‘Amul Huzn.

Pada periode ini, beliau kehilangan dua sosok terdekat dan paling berpengaruh dalam hidupnya, yaitu istri tercinta Khadijah dan paman beliau Abu Thalib, yang selama ini menjadi pelindung utama dalam perjuangan dakwah.

Dalam konteks tersebut, perjalanan Isra Miraj menjadi bentuk penghiburan, penguatan mental, dan peneguhan iman dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan dan cobaan yang berat, Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan serta kemuliaan kepada hamba-Nya yang sabar dan teguh dalam menjalankan amanah.

Dalil Al-Qur’an tentang perjalanan Isra Mi’raj

Dalil Al-Qur’an tentang perjalanan Isra dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 1. Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diperjalankan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk diperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya. Ayat tersebut berbunyi:

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran Kami). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” Ayat ini menjadi landasan utama bahwa perjalanan Isra merupakan kehendak langsung dari Allah SWT.

Sementara itu, dalil tentang Mi’raj dijelaskan dalam Surah An-Najm ayat 13–18. Ayat-ayat tersebut menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW melihat Malaikat Jibril di Sidratul Muntaha dan menyaksikan sebagian tanda kebesaran Allah SWT yang paling agung. Penglihatan Nabi tidak menyimpang dan tidak melampaui batas, menegaskan bahwa pengalaman tersebut adalah nyata dan benar.

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini