spot_img

Inggris Siaga Merah, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pecahkan Rekor

KNews.id – Jakarta – Inggris mulai memberlakukan peringatan merah cuaca panas ekstrem (Red Extreme Heat Warning) pada Rabu, 24 Juni 2026, di tengah prakiraan suhu yang berpotensi memecahkan rekor tertinggi untuk bulan Juni.

Badan meteorologi Inggris, Met Office, sebelumnya mengeluarkan peringatan tersebut pada Senin dan menetapkannya berlaku sepanjang Rabu hingga Kamis.

- Advertisement -

Met Office memperkirakan suhu di sejumlah wilayah Inggris dapat mencapai setidaknya 39 derajat Celsius, melampaui rekor harian tertinggi yang pernah tercatat pada bulan Juni.

“Rekor suhu harian tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni diperkirakan akan terlampaui,” ujar peringatan Met Office yang dikutip Anadolu Agency.

- Advertisement -

Gelombang panas ekstrem telah memengaruhi berbagai sektor kehidupan di Inggris. Menurut laporan Sky News, ratusan sekolah di Inggris dan Wales terpaksa ditutup sementara guna melindungi siswa dan tenaga pengajar dari risiko kesehatan akibat suhu yang sangat tinggi.

Selain sektor pendidikan, layanan transportasi juga mengalami gangguan. Operator kereta api melaporkan potensi masalah pada infrastruktur akibat panas ekstrem, termasuk rel yang melengkung dan kabel listrik udara yang mengendur. Sejumlah operator bahkan mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak guna mengurangi risiko keterlambatan dan gangguan layanan.

Gelombang Panas Eropa

Di sektor energi, operator jaringan listrik nasional Inggris, National Energy System Operator (NESO), mengeluarkan electricity margin notice pada Selasa malam. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi listrik di tengah lonjakan permintaan akibat penggunaan pendingin udara dan peralatan listrik lainnya selama gelombang panas.

“Perkiraan kami menunjukkan margin pasokan listrik yang ketat untuk Rabu malam,” kata juru bicara NESO.

Menurut NESO, kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu ekstrem yang melanda Inggris dan sebagian wilayah Eropa, serta rendahnya kecepatan angin yang mengurangi produksi energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga angin. Meski demikian, NESO menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan berarti pasokan listrik berada dalam kondisi terancam. Inggris menjadi salah satu negara yang terdampak gelombang panas besar yang saat ini melanda sejumlah wilayah Eropa.

Dalam beberapa hari terakhir, negara-negara seperti Prancis, Belgia, Italia, dan Spanyol juga mencatat suhu ekstrem yang memicu berbagai gangguan, mulai dari penutupan sekolah, peningkatan konsumsi listrik, hingga peringatan kesehatan bagi kelompok rentan.

- Advertisement -

Otoritas kesehatan Inggris mengimbau masyarakat untuk tetap terhidrasi, menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari, dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu selama periode cuaca panas ekstrem berlangsung.

(RD/MTV)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini