KNews.id – Jakarta – Rasulullah SAW mengisahkan tentang manusia terakhir yang keluar dari neraka dan masuk surga. Dalam hadisnya, Nabi menjelaskan besarnya rahmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada orang tersebut hingga memperoleh kenikmatan yang melampaui bayangannya.
Karena keagungan rahmat Allah, orang yang terakhir keluar dari neraka itu mendapatkan penghormatan dan kenikmatan yang melampaui khayalan. Bahkan orang tersebut takjub dengan pemberian Allah kepadanya sampai ia mengira bahwa Rabbnya mengolok-oloknya (Maha Suci Allah dari melakukan hal itu) ketika memberikan kemurahan dan karamah-Nya kepada manusia terakhir yang keluar dari neraka.
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan bahwa di dalam kitab Jami’ul Ushul, Ibnu Atsir mengumpulkan riwayat-riwayat hadis tersebut. Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Saya sungguh mengetahui orang yang terakhir keluar dari neraka, seorang laki-laki keluar darinya dengan merangkak lalu dikatakan kepadanya, ‘Pergi dan masuklah ke dalam surga!'”
Nabi Muhammad SAW melanjutkan, “Maka ia pun pergi dan masuk ke dalam surga, namun ia mendapati manusia telah menempati tempat mereka masing-masing.”
“Lalu dikatakan kepadanya (orang terakhir yang keluar dari neraka), ‘lngatkah kamu saat masih tinggal di dunia?’ la menjawab, ‘Ya,’ Lalu dikatakan lagi, ‘Berangan-anganlah!'”
“Maka ia pun berangan-angan, lalu dikatakan kepadanya, ‘Bagimu apa yang kamu angankan dan sepuluh kali lipat dunia.'”
“Maka ia (orang yang terakhir keluar dari neraka) berkata, ‘Apakah Engkau mengolok-olokku sedangkan Engkau adalah Penguasa?”
Ibnu Mas’ud berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” (HR Imam Al-Bukhari).
Abdullah bin Mas’ud juga menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Saya sungguh mengetahui penghuni neraka yang terakhir keluar darinya dan penghuni surga yang terakhir memasukinya. Seorang laki-laki keluar dari neraka dengan merangkak lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Pergi dan masuklah ke surga!'”
“Maka ia mendatanginya dan berpikiran bahwa surga telah penuh lalu ia kembali dan berkata, ‘Wahai Rabb! Saya mendapatinya tela hpenuh.'”
“Lalu Allah berfirman, ‘Pergi dan masuklah ke surga karena diberikan kepadamu seperti dunia dan sepuluh kali sepertinya atau diberikan kepadamu sepuluh kali lipatnya dunia.'”
“Maka ia berkata, ‘Apakah Engkau mengolok-olokku-atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Penguasa?”‘
Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa beliau melihat Rasulullah SAW tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. “Lalu dikatakan kepadanya, ‘ltulah kedudukan terendah di surga.'” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Lalu Ibnu Mas’ud tertawa seraya berkata, “Tidakkah kalian bertanya mengapa aku tertawa?” Mereka berkata, “Mengapa engkau tertawa?”
Ibnu Mas’ud menjawab, “Karena Rasulullah juga tertawa seperti ini.” Mereka bertanya lagi, “Mengapa Rasulullah tertawa?”
Ibnu Mas’ud menjawab (sebagaimana jawaban Rasulullah), “Karena Rabb semesta alam tertawa Ketika orang tadi berkata, ‘Apakah Engkau mengolok-olokku, sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam.'”
“Lalu Allah berfirman, ‘Aku tidak menertawakunmu, tetapi apa yang Aku kehendaki, Aku pasti mampu memenuhinya.'” (HR Imam Muslim).





