KNews.id – Jakarta – Bacaan Allahumma antas salam diamalkan muslim setelah melaksanakan salat. Anjuran membacanya tercantum dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari buku Terjemahan Lengkap Bulughul Maram oleh Al Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani terjemahan Abdul Rosyad Siddiq, hadits yang menyebut Rasulullah SAW membaca Allahumma antas salam yaitu berasal dari Tsauban RA. Dia berkata,
“Setiap kali selesai salat, Rasulullah SAW memohon ampunan kepada Allah (berisi istighfar) sebanyak tiga kali dan membaca, ‘Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzaljalali wal ikram’ (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan, dan dari Engkau lah datangnya keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan yang memiliki segala keagungan dan kemuliaan).” (HR Muslim)
Bacaan Lengkap Allahumma Antas Salam
اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ
Allahumma antassalam wa minkas salam tabarakta ya dzaljala li wal ikram.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan. Dari-Mu keselamatan (bersumber). Engkau Maha Agung, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim dan lainnya)
Alasan Nabi SAW Membaca Allahumma Antas Salam Setelah Salat
Mengacu pada hadits di atas, alasan Rasulullah SAW membaca Allahumma antas salam setelah salat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Bacaan tersebut berisi istighfar yang diamalkan sebanyak tiga kali.
Perintah istighfar tercantum dalam surah Nuh ayat 10, Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ ١٠
Artinya: “Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.”
Istighfar jadi salah satu cara memohon ampunan kepada Allah SWT. Meski kalimatnya sederhana, banyak keutamaan yang bisa diraih muslim dari beristighfar.
Muslim setelah salat disunnahkan membaca istighfar tiga kali sebagai tanda dia merendah dengan amalannya dan mengagungkan Rabb-nya.
Makna Bacaan Allahumma Antas Salam
Menurut buku Menemukan Khusyu’ yang Hilang susunan Abu Sangkan, lafal Allahumma antas salam, kata As Salam adalah salah satu nama Allah SWT. Maksudnya, Sang Khalik adalah penyelamat makhluk dari segala yang bisa mengancamnya seperti musibah, bencana, kerusakan, perubahan, hingga kekurangan.
Ada juga yang menjelaskan lafal tersebut yaitu Dia penyelamat para nabi di dunia dan orang-orang beriman di surga kelak.
Kemudian pada lafal wa minkas salam maksudnya Allah SWT adalah pemberi keselamatan dari kerusakan-kerusakan di dunia dan akhirat. Keselamatan dicari, diharapkan, diburu, dan diperoleh dari-Mu.
Adapun lafal tabarakta berasal dari kata birkah yang artinya banyak, berkembang, bertambah dan terus-menerus. Maksudnya, Engkau Maha Tinggi, Maha Agung, kebaikan-kebaikanMu begitu banyak, luas dan selalu bertambah.
Lalu, lafal ya dzal jalali wal ikram. Al Jalal artinya keagungan, sedangkan Al Ikram berarti kebaikan.
Allah SWT berhak disegani karena kekuasaan dan keagungan-Nya dan Dia pantas dipuji karena maqam-Nya yang sangat tinggi. Kata Al Jalal adalah bentuk kata dasar dari Al Jalil, maksudnya Allah SWT berhak diagungkan.
Sementara itu, kata Al Ikram adalah bentuk mashdar dari akrama (menghormati). Allah SWT berhak dimuliakan dan dihormati, tidak pantas dibantah atau dikufuri. Sang Khalik satu-satunya yang berhak disembah, diagungkan, dan dimuliakan.
Manfaat Mengamalkan Allahumma Antas Salam
Berikut manfaat mengamalkan Allahumma antas salam yang dikutip dari buku Berdzikirlah! Pasti Hatimu Akan Tenang susunan Nurul Qamariyah.
Menuntun pada ketenangan serta kemantapan hati dalam menjalin hubungan kerja. Dijauhkan dari perbuatan jahat dan maksiat. Meyakini Allah SWT satu-satunya yang berhak menyandang As Salam
Wallahu a’lam.






