spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Gubernur BI Perry Warjiyo Disebut-sebut Calon Menkeu Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Profil dan Harta Kekayaannya

KNews.id – Jakarta – Gubernur Bank Indonesia atau BI periode 2023-2028 Perry Warjiyo disebut-sebut akan menjadi kandidat Menteri Keuangan pada masa pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Nama lain yang sempat muncul dalam pembicaraan ini adalah mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

Meski demikian, hingga saat ini Prabowo Subianto belum mengumumkan secara resmi soal siapa yang akan menduduki posisi sebagai Bendahara Negara itu. “Saya rasa Pak Prabowo sudah memiliki gambaran, tapi beliau yang mengetahuinya,” kata Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo, saat juga setali tiga uang. Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengatakan saat ini presiden terpilih baru fokus pada program-program janji kampanye.

- Advertisement -

“Yang kedua, melakukan sinkronisasi untuk pemerintahan ke depan. Terutama di bidang ekonomi keuangan, SDM (sumber daya manusia) dan sinkronisasi nomenklatur kementerian,” kata Dasco.

Berikut ini adalah profil singkat Perry Warjiyo yang disebut-sebut akan menduduki pos Kementerian Keuangan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.

Mengutip alam resmi BI, Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959 silam. Dia menjadi menjadi Gubernur BI setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengusulkan calon tunggal ke Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR pada Maret 2023.

Perry pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 1982. Perry kemudian melanjutkan pendidikan di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada 1989 dan meraih gelar Ph.D di tahun 1991.

- Advertisement -

Perry berkarir di BI sejak tahun 1984, khususnya di area riset ekonomi dan kebijakan moneter, isu-isu internasional, transformasi organisasi dan strategi kebijakan moneter, pendidikan dan riset kebanksentralan, pengelolaan devisa dan utang luar negeri, serta Biro Gubernur. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018.

Perry juga pernah menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional. Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Sebelum kembali ke Bank Indonesia, Perry sempat menduduki posisi penting sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF). Dia menjabat selama dua tahun, mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group pada tahun 2007-2009.

Harta Kekayaan Perry Warjiyo

Kembali menjabat Gubernur BI, Perry Warjiyo tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 45,2 miliar. Harta tersebut tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periode 2021.

Total harta kekayaan Perry terdiri dari harta atas tanah dan bangunan senilai Rp 14,910 miliar, harta alat transportasi dan mesin Rp 375 juta, harta bergerak lainnya Rp 1,032 miliar, surat berharga Rp 15.089.919.116, kas dan setara kas Rp 6.762.504.553, serta harta lainnya Rp 7.085.379.367.

Meskipun memiliki harta kekayaan mencapai 45 miliar, namun Perry tercatat hanya memiliki satu mobil yang mengisi garasi rumahnya. Mobil tersebut adalah Honda CR-V tahun 2018 senilai Rp 375 juta.

Honda CR-V ini juga tercantum dalam LHKPN Perry Warjiyo untuk periode 2020. Namun pada LHKPN periode tersebut, Honda CR-V tahun 2018 tersebut memiliki nilai Rp 380 juta.

(Zs/Tmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini