spot_img
Rabu, Juni 19, 2024
spot_img

Gerindra Mulai Bahas Revisi UU Kementerian

KNews.id – Peluang jumlah kementerian bertambah semakin terbuka. Partai Gerindra mulai membahas revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Partai besutan Prabowo Subianto itu, menargetkan revisi tersebut kelar sebelum pelantikan presiden terpilih, Oktober nanti.

Presiden terpilih Prabowo Subianto dikabarkan akan menambah jumlah kementerian menjadi 40. Penambahan jumlah kementerian ini, untuk memenuhi janji kampanyenya, seperti makan siang gratis.

- Advertisement -

Namun, sayangnya rencana Prabowo terkendala pembatasan kementerian yang diatur dalam UU Kementerian Negara. Dalam undang-undang itu, jumlah kementerian dibatasi hanya 34.

Untuk memuluskan penambahan jumlah kementerian, revisi undang-undang jadi salah satu caranya. Gayung pun bersambut. Gerindra membuka opsi revisi UU Kementerian Negara.

- Advertisement -

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut, revisi UU Kementerian Negara memungkinkan dilakukan di DPR. “Pelaksanaannya bisa dilakukan sebelum pelantikan Presiden terpilih,” ujar Muzani, usai halal bihalal bersama Ikatan Keluarga Besar Tegal se-Jabodetabek, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (12/5/2024).

Menurut Muzani, setiap presiden pasti menghadapi tantangan dan kebijakan sesuai eranya masing-masing. Alasan ini yang membuat penyesuaian nomenklatur kementerian melalui revisi UU Kementerian menjadi suatu fleksibilitas yang diperlukan.

- Advertisement -

Lagipula, kondisi itu sudah dilakukan di periode presiden terdahulu. Sebut saja dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Di era tersebut terjadi penyusunan nomenklatur kementerian yang berbeda.

“Dari masa pemerintahan Ibu Mega ke Pak SBY, ada penambahan atau perubahan dalam nomenklatur kementerian. Begitu juga dari Pak SBY ke Pak Jokowi,” tutur Muzani.

Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia sepakat, harus dilakukan revisi UU Kementerian Negara jika mau menambah jumlah kementerian. Dengan begitu, pemerintah bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Lagipula, UU Kementerian Negara sudah diterapkan sejak 16 tahun lalu. Situasi lingkungan kemajuan perkembangan kan sudah jauh berubah. “Mungkin sudah saatnya untuk mengkaji ulang Undang-Undang Kementerian Negara,” kata Doli.

Ia meminta, rencana revisi UU Kementerian Negara tidak digoreng sebagai politik akomodatif. Mengingat prosesnya harus melewati kajian akademik, uji publik, hingga perlu disetujui dan disepakati dalam sidang parlemen.

Menurut dia, revisi UU Kementerian Negara harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia hingga 15 tahun ke depan. Sehingga, visi pembangunan perlu dikontekstualisasikan dalam segi pengorganisasian.

Wakil Ketua Badan Legislatif DPR dari PPP, Achmad Baidowi mengakui, 34 kementerian saat ini sangat terbatas. Jika ada rencana merevisi UU Kementerian Negara tentu bisa saja. Terlebih UU Kementerian Negara masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Namun, kata dia, revisi UU Kementerian sangat tergantung dari political will masing-masing fraksi di DPR. “Kalau PPP kan, mayoritas fraksi setuju, ya kita ikut.”

Soal kebutuhan jumlah kementerian, itu mutlak menjadi prerogatif presiden terpilih. Namun, instrumen yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah merevisi UU Kementerian Negara.

Awiek mengatakan, revisi Undang-Undang merupakan hal biasa di DPR. Sehingga tidak perlu terlalu diperdebatkan. “Revisi undang-undang itu bukan hal yang tabu, itu merupakan proses politik di parlemen,” pungkasnya.

Senada dikatakan, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Dia mengatakan, revisi UU Kementerian Negara sangat memungkinkan. Partai Demokrat mendukung rencana revisi UU Kementerian Negara ini. Terlebih, waktunya masih sangat panjang sehingga bisa rampung sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

(Zs/RM)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini