Terkait perkembangan kinerja, Eric menyebut sampai saat ini FAST masih menargetkan pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun pada tahun 2022. Ia mengklaim pendapatan FAST sudah melampaui capaian tahun 2021 lalu, namun belum tentu tepat menyamai target tahun ini. Sebagai pengingat, pada 2021 lalu FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 4,84 triliun.
Sementara hingga semester I-2022, FAST meraih kenaikan pendapatan 18,1% secara tahunan menjadi Rp 2,87 triliun. FAST juga sukses mengantongi laba bersih Rp 32,66 miliar pada semester I-2022, ketimbang posisi rugi bersih yang dialami pada semester I-2021 lalu sebesar Rp 76,92 miliar. (Ade)




