Yudi menilai koruptor yang sebelumnya sudah hidup mewah sudah tentu ketika buron tidak akan mau hidup susah. Oleh karena itu, cara buron salah satunya melakukan segala cara, termasuk mengganti identitas agar tak tertangkap.
“Koruptor itu selama ini hidup mewah. Maka ketika buronan, nggak akan maulah hidup susah, untuk tempat tinggal saja buronan yang pernah ditangkap ketika saya jadi penyidik KPK, tinggal di apartemen atau rumah mewah dan itu pasti membutuhkan uang yang banyak. Belum biaya kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Komentar Yudi dilontarkan setelah Ketua KPK Firli Bahuri mengungkap alasan betapa sulitnya menangkap buronan KPK Harun Masikudan tiga buron KPK yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus korupsi. Kesulitan itu salah satunya adalah para buron telah berganti identitas diri.
“Ada beberapa yang sudah kita ketahui dan saat itu kita lakukan upaya penangkapan, tetapi penangkapan seseorang itu harus berdasar hukum dan ternyata pada saat upaya penangkapan yang bersangkutan atas namanya sudah berubah, yang seawal namanya adalah PT menjadi TTP,” kata Firli.





